Ketua PWM: Islam Ajarkan Bermimpi dan Mewujudkannya

GRESIK – Islam mengajarkan umatnya untuk melakukan prediksi dan mewujudkannya secara kongkrit.”Allah telah menetapkan kita sebgai umat yang terbaik merupakan pembelajaran sebuah prediksi yang harus diwujudkan,” ungkap Ketua Pimpinan Wilayah Muhammadiyah (PWM) Jawa Timur, Dr. M.Saad Ibrahim, MA pada acara Milad Muhammadiyah ke-105 di Hall Sang Pencerah Universitas Muhammadiyah Gresik (UMG), Rabu (29/11/2017).

milad

Ketua PWM Jatim (tengah) Dr. M.Saad Ibrahim, MA dan Wakil Sekretaris PWM Jawa Timur Dr.Biyanto, M.Ag (kanan)

Untuk mewujudkan prediksi tersebut, Muhammadiyah telah melakukan dengan cara kebersamaan baik di dalam maupun di luar dengan konteks kemanusiaan. ”Proyeksi ke depan lebih baik merupakan wujud di dalam sedangkan konsep kebangsaan dan bersama-sama ingin maju merupakan wujud yang berada di luar,” paparnya.
Bentuk nyata yang telah dilakukan oleh Muhammadiyah adalah dengan mengumpulkan bantuan umtuk Rohingya dan Bali.”Untuk Rohingya telah terkumpul Rp6 miliar untuk tingkat Jawa Timur dan Rp.17 miliar untuk tingkat nasional,” jelasnya.
Atas dasar ini, katanya, Rektor UMG mencanangkan pada lima belas tahun ke depan UMG menjadi Universitas terbaik di Jawa Timur.”Ini juga haru diikuti dengan kerja keras dan cepat karena semua Universitas akan berpikiran yang sama,” tuturnya.
Namun demikian, hal ini bukan hal yang mustahil mengingat sejarah Islam telah mencontohkan dapat menguasai 1/3 belahan dunia meskipun sebelumnya dikatakan tidak mungkin.”Dalam jangka waktu delapan tahun umat Islam pada zaman Rasulullah berkembang dari 1.000 menjadi 280.000,” paparnya.
Demikian juga perkembangan Islam di Indonesia yang pada waktu itu mayoritas penduduknya masih Hindu dan Budha.”Luas wilayah Indonesia melebihi eropa dari Londong hingga Ankara, jadi tidak mustahil untuk menjadikan masyarakat eropa menjadi pemeluk Islam seperti halnya Indonesia,” harapnya.
Pada kesempatan yang sama, Wakil Sekretaris PWM Jawa Timur Dr.Biyanto, M.Ag mengatakan sejak awal Muhammadiyah telah memiliki landasan untuk maju baik dari segi ontologis, sejarah maupun pelaksanaan pergerakan.”Sejak awal Muhammadiyah pelopor pendidikan berkemajuan tanpa tergantung pada pemerintah. Dan ini tidaklah cukup sebab kompetitor yang juga semakin lama semakin maju,” papar pria kelahiran 1972 ini.
Cara yang harus dilakukan agar Muhammadiyah tetap unggul adalah dengan berani bermimpi dan menghilangkan sifat atau sikap perusak mimpi.”Sikap yang menyatakan saya tidak mempunyai kemampuan, tidak berpengalaman dan kesulitan pendanaan ini merupakan penghalang yang harus dihilangkan,” ujar dosen UIN Sunan Ampel ini.
Sehingga ada empat pilar yang harus diperhatikan yakni orientasi pada pelanggan, harapan yang tinggi, melibatkan semua stakeholder dan adanya timbal balik antara penyelanggara dan pelaksana,” jelasnya.
Empat hal lainnya, tambahnya, yang menjadi modal utama keberhasilan adalah inovasi dan kreativitas yang memiliki porsi 45 persen, net working 25 persen, kemampuan teknologi 20 persen dan sumber daya alam 10 persen.”Sehingga tak heran jika negara Jepang, Israel dan Singapura merupakan negara maju yang minim sumber daya alam,” tutupnya. (ars)

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: