Haedar Nashir : Pergerakan Ekonomi Terjemahaan Nilai Islam

BANDUNG – Bidang awal pergerakan Muhammadiyah adalah Pendidikan dan Kesehatan dan ini telah di jalani selama satu abad. Memasuki abad kedua pergerakan Muhammadiyah adalah tahap pergerakan ekonomi.
IMG20170913142931’’Ini sebagai bagian spirit Muhammadiyah menerjemahkan Islam pada nilai-nilai aktual,’’ ujar Ketua Umum Pimpinan Pusat (PP) Muhammadiyah Dr. H. Haedar Nashir, M.Si. pada acara Silaturrahim Nasional (Silatnas) dan Rapat Kerja Nasional (Rakernas) Jaringan Saudagar Muhammadiyah (JSM) di Bidakara Grand Savoy Homann Hotel Rabu (14/9/2017).
Islam, kata Haedar, merupakan agama yang dimplementasikan sebagai iman, ilmu dan amal sebagai manifestasi dalam perbuatan.’’Sudah ratusan tahun orang Islam telah hafal surat Al Maun dan telah ratusan tahun pula ayat dan surat ini tidak mengubah nasib umat, hal ini disebabkan ayat ini tidak di implementasikan dalam kehidupan masyarakat,’’ ungkap pria kelahiran Bandung, 28 Februari 1958 ini.
Menghadapi hal ini pendiri Muhammadiyah Ahmad Dahlan hadir mengimplementasikan dalam bentuk rumah miskin dan rumah yatim.’’Semangat menolong dan yang memberi inspirasi dan menjadikan Muhammadiyah sebagai kekuatan pemberi dengan dasar tangan di atas lebih baik dari tangan di bawah,’’ ungkap suami Noordjannah Djohantini ini.
Berkaitan dengan wirausaha, para pendiri Muhammadiyah merupakan seorang entrepeneur sejati. Pendiri Suara Muhammadiyah (SM) Fachrudin pada tahun 1915 pernah menghadap kepada Ahmad Dahlan untuk menyatakan niat berhenti mengurus Muhammadiyah dan lebih memilih berdagang. ‘’Namun pada akhirnya mereka memutuskan menjalankan dua jenis pekerjaan sekaligus yakni mengurus Muhammadiyah dan menguruh usaha perdagangan mereka,’’ tutur bapak dua anak ini.
Muhammadiyah merupakan pekerjaan sistematis berbasis komunalis. Berbeda dengan negara / state seperti halnya Singapura. ‘’Pada saat berpisah dari Malaysia pada tahun 1965 pendiri Singapura mengatakan Lee Kuan Yew menyatakan please do it and do it well,’’ paparnya.
Sejak awal penjelajah muslim Ibnu Batuta menyatakan tidak ada kelompok di dunia ini yang kaya raya kecuali kelompok China.’’Jumlah diaspora China yang mencapai lima juta orang kekayaannya mencapai 450 miliar dolar,’’ ungkapnya.
Komunitas China, katanya,bukan hanya cerdik melainkan juga mempunyai solidaritas yang tinggi, jaringan, penguasaan informasi, pragmatisme politik dan adaptif yang melebihi orang Jepang.’’Nilai-nilai inilah yang harus diadaptasi oleh Jaringan Saudagar Muhammadiyah bukan Jaringan Saudara Muhammadiyah,’’ katanya.
Islam, jelasnya, adalah dinul harada dengan implementasi program unggulan dan komplit.’’Guna mendukung itu semua Muhammadiyah menempatkan pejabat adalah milik seluruh rakyat dan tetap objektif dalam melahirkan kebijakan,’’ harapnya. (ars)

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: