Kang Aher : Pengusaha Agen Pemerataan Kesejahteraan

BANDUNG – Dalam ajaran Islam, ibadah maghdah harus selaras dengan ibadah sosial. Perintah melaksanakan sholat diiringi dengan perintah melaksanakan zakat.’’Jadi perintah akhir melaksanakan zakat ini ditafsirkan dalam mencari harta harus sesuai dengan perintah agama,’’ jelas Gubernur Jawa Barat Ahmad Heryawan pada acara Silaturrahim Nasional (Silatnas) dan Rapat Kerja Nasional (Rakernas) Jaringan Saudagar Muhammadiyah (JSM) di Bidakara Grand Savoy Homann Hotel Rabu (14/9/2017).IMG20170913135347

Di satu sisi, dalam ajaran Islam tidak ada konsep miskin yang ada konsep kesejahteraan.‘’Dalam mewujudkan konsep ini, pengusaha menempati kedudukan sebagai makhluk terpuji dikarenakan ia dapat memenuhi kebutuhannya sendiri dan kebutuhan orang lain,’’ ujarnya.
Mabrur, ujarnya, identik dikaitkan dengan haji yakni haji mabrur. Padahal kata mabrur juga bisa dikaitkan dengan pengusaha menjadi pengusaha mabrur.’’Jika orang soleh yang mengelola harta hasilnya akan lebih baik dan bermanfaat jika dibandingkan dengan yang kurang atau tidak soleh,’’ ungkap Aher sapaan akrab Ahmad Heryawan.
Aher mengatakan tijaroh bukan hanya pada bidang perdagangan melainkan juga pada pengelolaan sumber daya alam dari hulu sampai pada hilir.’’Pengelolaan sumber daya alam ini harus melahirkan nilai tambah,’’ paparnya.
Mekanisme zakat merupakan mekanisme ilahi dengan tujuan pemerataan dan pemberdayaan fakir miskin.’’Hal ini telah berhasil dilakukan oleh Khalifah Umar bin Abdul Aziz pada masa bani Ummaya,’’ jelasnya.
Pada kesempatan terpisah Ketua Pimpinan Daerah Muhammadiyah (PDM) Kabupaten Gresik Taufiqullah Ahmady menjelaskan di dalam Al Quran disebutkan “Dan sungguh telah Kami tulis di dalam Zabur sesudah (Kami tulis dalam) Lauh Mahfuzh, bahwasanya bumi ini dipusakai hamba-hamba-Ku yang soleh.” (QS al-Anbiyâ` [21]: 105).
Pengertian saleh, jelasnya, ada empat kriteria yakni pertama, soleh fisik yang artinya diberi kekuatan dan kesehatan. Kedua, soleh dalam beribadah dengan ciri melaksanakan sholat dan membaca al quran.
Ketiga, soleh dalam ilmu.’’Dalam Al Quran disebutkan adakah sama orang-orang yang mengetahui dengan orang-orang yang tidak mengetahui?” Sesungguhnya orang yang berakallah yang dapat menerima pelajaran,’’ jelasnya.
Yang keempat adalah soleh dalam keindahan. Orang yang soleh dalam mengelola bumi ini akan membuat bumi ini semakin indah dan cantik.
Pengertian khalifah dalam pandangan Muhammadiyah adalah gerakan sosial dengan memuwujudkan masyarakat Islami bukan negara Islami.’’Sejak awal Muhammadiyah menggerakan Islamic Community bukan Islamic State,’’ tuturnya. (ars)

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: