Cetak Entrepeneur dengan Bangun Karakter

BANDUNG – School of Business and Management ITB yang memiliki jurusan
kewirausahaan menerapkan kegiatan yang melibatkan mahasiswa guna mencetak
entrepreneur yang handal.

ITB.jpg

Penulis dua dari kanan lakukan dialog pada kegiatan studi banding di School of Business and Management ITB Bandung

”Kegiatan yang dilakukan diantaranya pameran yang dilakukan setahun dua kali
dan mentoring dalam membentuk character building mahasiswa kewirausahaan,”
tutur Ketua Program Studi Kewirausahaan Wawan Dhewanto, Ph.D Rabu
(09/08/2017).
Wawan mengungkapkan dalam membentuk entrepeneur yang unggul maka yang harus
dilakukan adalah melaksanakan kegiatan yang bertujuan melatih hard skill
mahasiswa dalam membuat dan mengembangkan bisnis. ”Namun yang utama adalah
peningkatan soft skill yang berupa pembentukan karakter dalam kegiatan
mahasiswa di tahun pertama,” tutur alumni Industrial Engineering, Institut
Teknologi Bandung tahun 2000 ini.
Cara yang dilakukan, katanya, adalah melibatkan semua dosen sebagai tempat
konsultasi atau curhat mahasiswa.”Jadi kurikulum yang diterapkan adalah tiap
semester memiliki capstone atau pencapaian pembelajaran dengan tema atau
topik yang berbeda,” jelas pria yang lulus S2 di Technology, Policy and
Management, Technische Universiteit Delft – Netherlands, 2003 ini.
Selain kegiatan tersebut, SBM ITB juga mengadakan kegiatan berupa field trip
atau bussines trip di beberapa perusahaan.”Kita menggandeng Bukalapak dalam
mengeksplorasi bisnis online,” tutur pria yang menyelesaikan studi S3
Business and Economics (Technology Commercialisation), Monash University –
Australia, tahun 2011.
Pada kesempatan yang sama, dosen SBM ITB Sonny Rustiadi mengatakan program
yang dilakukan oleh SBM ITB adalah entrepreneur exchange dengan Temasek
Singapura.”Program ini dapat meningkatkan rasa percaya diri mahasiswa,”
papar pria yang menyelesaikan program doktor di Goldsmiths University of
London.
Kerjasama ini juga diperluas bukan hanya Singapura melainkan beberapa negara
lainnya telah dijajaki untuk kerja sama pertukaran wirausaha di antaranya
Australia dan Inggris.”Kita ada mahasiswa yang kurang menonjol, namun sejak
mengikuti program ini dia menjadi lebih percaya diri,” tuturnya.
Program lain yang dijalankan adalah mentoring.”Ada dua tipe mentor dalam
pelaksanaan ini yakni full time academics dan lecturer entrepreneur. Namun
kita juga memberi kesempatan kepada entrepreneur mengisi acara mentor ini,”
katanya. (***)

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: