Langkah Awal Realisasikan Usaha BUMDes

GRESIK –  Pembentukan Badan Usaha Milik Desa (BUMDes) didasari oleh Peraturan Menteri Desa, Pembangunan Daerah Tertinggal dan Transmigrasi Republik Indonesia Nomor 4 Tahun 2015 tentang Pendirian, Pengurusan dan Pengelolaan dan Pembubaran Badan Usaha Milik Desa.

benjeng

Aries Kurniawan memberikan penguatan BUMDes

Desa-desa di Kabupaten Gresik telah membentuk BUMDes diantaranya pada Kecamatan Wringinanom, Benjeng dan Cerme. Namun, kendala yang dihadapi adalah tidak berjalannya BUMDes yang dibentuk.

‘’Seperti halnya di Desa Pedagangan, hingga saat ini BUMDes tidak berjalan karena belum ada orang yang menjalankan BUMDes yang dibentuk. Jangan sampai Kepala Desa menjadi ujung tombak dan ujung tombok di desa yang dipimpin,’’ ujar Kepala Desa Pedagangan Supraptono pada acara penguatan BUMDes di kantor Kecamatan Wringinanom Rabu (19/07/2017).

Menanggapi hal ini, Dosen Prodi Kewirausahaan FEB UMG Aries Kurniawan menyatakan untuk menjalankan BUMDes terdapat dua cara dalam mencari sumber daya untuk menjalankan BUMDes yang pertama adalah menempatkan orang yang berkompeten dalam menjalankan usaha atau mendidik sumber daya untuk menjalankan BUMDes tersebut.

‘’Cara kedua memerlukan waktu yang cukup lama dibandingkan dengan cara pertama. Namun cara kedua akan dapat mempertahankan sumber daya lebih lama dikarenakan sumber daya tersebut berasal dari warga setempat,’’ ujarnya.

Namun, agar BUMDes dapat berjalan dengan optimal maka langkah awal yang harus dilakukan adalah pembentukan badan usaha dengan bentuk Perseroan Terbatas (PT).’’Kelebihan dengan dibentuknya badan usaha ini adalah adanya tanggungan hutang atau kerugian yang terbatas pada modal yang disetor. Berbeda dengan CV atau UD yang  hutangnya ditanggung hingga harta pribadi pengelola,’’ papar pria yang melanjutkan studi S2 nya di bidang hukum bisnis.

Selanjutya, katanya, dalam menggali potensi BUMDes maka harus memiliki prinsip uang yang di desa berputar secara optimal di desa tersebut.’’Bukan hanya itu yang paling utama adalah bagaimana kita mendatangkan uang dari luar desa,’’ ungkapnya.

Selain itu, usaha yang telah berjalan seperti pembiayaan mikro dapat dilanjutkan dan tinggal diwadahi dalam badan usaha yang dibentuk.’’Pihak perbankan banyak yang menawarkan bunga rendah untuk disalurkan kembali dan ini menjadi peluang bagi BUMDes untuk mengembangkan usaha simpan pinjam di desa setempat,’’ tegasnya. (***)

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: