Muslim Harus Punya Visi

UMG –Untuk melihat masa depan bisa dilihat tanda – tandanya hari ini.  Ketika Abu Thalib sakit,  banyak tokoh – tokoh quraish berdatangan di tempat Abu Thalib. ‘’Wahai anak saudaraku para pembesar quraish ingin berunding dengan mu.  Rasul menimpali hanya meminta satu kalimat yang mana satu kalimat ini dapat membuat Persia dan Romawi berada di telapak kaki Islam.  Satu kalimat ini Lailahailallah namun kalimat ini ditolak oleh tokoh quraish,” ungkap Ketua Pimpinan Wilayah Muhammadiyah(PWM)  Jawa Timur, Dr Saad Ibrahim pada acara kajian Ramadhan di Universitas Muhammadiyah Gresik (UMG)  Senin (12/06/2017).

 

IMG20170612144413Hal ini menunjukan Rasulullah Muhammad memiliki visi masa depan terhadap Islam. ‘’Hal ini ditopang dengan situasi dan kondisi bahwa Rasulullah lahir di Makkah sebagai kota metropolis ,’’ jelasnya. 

Namun,  Rasulullah belum dapat menciptakan peradaban Islam di Makkah. ‘’Hal ini ditandai dengan ayat – ayat Al Quran yang turun di Makkah bahasa awal lebih banyak yakni wahai manusia dan hanya satu yang menyatakan wahai orang beriman, ‘’ jelasnya.

Sehingga Rasulullah hijrah di Yastrib yang kondisinya berbeda dengan Makkah. ‘’Rasulullah mengganti nama Yastrib menjadi Madinah,  membangun masjid,  membuat piagam perjanjian dan membuat pasar sendiri, ‘’ paparnya.

Pada zaman di Makkah, Rasulullah menanamkan tauhid sedangkan di Madinah, Rasulullah membangun peradaban teologis. ‘’Percepatan ini ditandai dengan jumlah pasukan Muslim di perang badar yang hanya 323 tentara lalu tujuh tahun kemudian pada saat penundukan Makkah jumlah pasukan mencapai 280 ribu kaum Muslim,,’’ ujarnya.

Justru perkembangan Islam terjadi setelah Rasulullah wafat yang dilanjutkan oleh para sababat hingga pada abad 8 hijriah.  ‘’Dan ini dinamai goldenageofIslam yang ini berakhir dengan runtuhnya kalifah usmani pada abad ke 19 masehi,’’ ungkapnya.

Namun, Alhamdulillah Allah menyemaikan kebangkitan Islam dengan munculnya pergerakan Muhammadiyah yang dipelopori Ahmad Dahlan. ‘’Dan Ahmad Dahlan bergerak praktis di bidang pendidikan, kesehatan dan amal usaha lainnya, ‘’ jelasnya.

Muhammadiyah tidak boleh bergerak secara alami. ‘’Namun harus direncanakan seperti halnya Rasulullah sebagai uswatunhasanah, ‘’ sarannya.

Sesuatu yag besar sudah pasti lahir dari pemikiran yang besar.’’Contohnya tembok China pasti lahir dari pemikiran rajannya atau kaisarnya yang berpikir besar,” paparnya.

Jika umat Islam mempunyai pemikiran untuk kemajuan agama Allah maka In Sha Allah Allah akan mencukupi semua kebutuhannya. ‘’Inilah yang membedakan Muhammadiyah dengan organisasi lainnya. Muhammadiyah berpikir dan bergerak praktis yakni sebagai makhluk yang beriman sosial bukan sosial pribadi, ‘’ katanya. (ars)

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: