Lapor ke LPKSM atau BPSK Batam

ACARA talk show di radio Batam FM pada Senin (10/9) yang diselenggarakan Badan Perlindungan Konsumen Nasional (BPKN) mendapat respon positif masyarakat dan peserta.
‘’Tujuan diadakan acara ini adalah untuk meningkatkan kesadaran konsumen bahwa mereka mempunyai hak-hak yang harus dipenuhi pelaku usaha,” kata anggota BPKN, Enceng Sabirin saat membuka dialog di Batam FM.
Enceng mengatakan Batam yang merupakan daerah perbatasan memiliki permasalahan yang berbeda dengan daerah lain terutama untuk sektor barang eletronik dan makanan.
Untuk barang elektronik banyak yang tidak dilengkapi dengan kartu garansi, jaminn waranty dan buku panduan elektronik yang berbahasa Indonesia.‘’Sedangkan untuk makanan banyak yang tidak dilengkapi dengan status kehalalan, ingredient atau komposisi makanan yang berbahasa Indonesia,’’ kata Enceng.
Sementara, Sekretaris Yayasan Lembaga Konsumen Muslim Batam, Aries mengatakan saat ini banyak pengaduan permasalahan konsumen yang ditanagi oleh Lembga Perlindungan Konsumen Swadaya Masyarakat (LPKSM) dan Badan Penyelesaian Sengketa Konsumen (BPSK) Kota Batam.
‘’Sebaiknya konsumen melakukan pengaduan kepada dua lembaga ini. Dari pada menempuh melalui jalur hukum yang tidak efisien baik dari segi waktu maupun biaya,’’ ujar anggota BPSK ini.
Aries menjelaskan untuk cara yang dapat ditempuh baik dalam menyelesaikan permasalahan konsumen adalah melalui konsoliasi, mediasi dan arbitrase. Konsoliasi merupakan kesepakan tidak mengikat antara pihak-pihak bersengketa untuk menyelesaikan perselisihan mereka dengan jalan meminta pihak ketiga guna menengahi perbedaaan-perbedaan yang terjadi.
‘’Mediasi hampir sama dengan konsoliasi namun pihak ketiga yang disebut mediator lebih berperan aktif dalam menjalankan proses penyelesaian sengketa,’’ ujarnya.
Sedangkan arbitrase, katanya, proses penyelesaian suatu perselisihan/konflik dengan menggunakan pihak ketiga yang netral sebagai “hakim atau wasit” untuk mengambil keputusan yang dihormati oleh pihak-pihak yang bersengketa. BPSK, jelasnya, telah menyelesaikan kasus-kasus sejak tahun 2009. ‘’Kasus yang mayoritas terjadi adalah masalah perumahan, jasa asuransi dan perbankan dan kasus lainnya,’’ paparnya. (***)

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: