Sadar Gerakan Konsumsi Makanan Halal

GUNA menunjang keberhasilan perlindungan konsumen maka perlu dilakukan gerakan konsumen. Gerakan ini lebih efektif jika dibandingkan dengan regulasi pemerintah.”Hal ini perlu dilakukan saat adanya gerakan menolak pengembalian uang dengan permen,” jelas tenaga ahli YLKI Zumrotin K Susilo.
Zumrotin menjelaskan gerakan konsumen ini berhasil jika didahului oleh pendidikan kepada masyarakat tentang pentingnya gerakan tersebut. ”Seperti gerakan untuk makan produk lokal harus didahului pendidikan ke masyarakat,” katanya.
Tentang usulan gerakan konsumsi makanan halal, Zumrotin mengatakan yang perlu dilakukan pertama adalah menggerakan masyarakat tentang sumber duit yang digunakan untuk belanja.”Apa itu berasal dari sumber yang halal atau haram,” paparnya.
Sekretaris Yayasan Lembaga Konsumen Muslim Batam (YLKMB) Aries Kurniawan mengatakan gerakan ini penting untuk meningkatkan kesadaran masyarakat. Pasalnya, perintah untuk mengkonsumsi makanan halal merupakan perintah agama.”Dan masyarakat Indonesia mayoritas muslim,” ujarnya.
Zumrotin mengatakan hal ini merupakan hak ekonomi, sosial, budaya masyarakat.”Selama ini yang didorong adalah hak politik masyarakat,” katanya.
Ia mengatakan hak ekonomi, sosial, budaya masyarakat perlu dukungan dari pemerintah. Dan ini perlu dukungan Lembaga Perlindungan Konsumen Swadaya Masyarakat (LPKSM), sebab pemerintah lemah dalam kondisi saat ini.
Khusus perlindungan konsumen, harus membentuk jaringan agar isu-isu yang ada didaerah menjadi isu nasional.”Dan isu-isu itu harus dikoordinasikan untuk mendorong gerakan konsumen ini,” tegas Ketua BPKN Suhartini Hadad.
Yang paling penting, tambah Zumrotin, LPKSM harus menjaga indepensi agar gerakan konsumen ini dapat berjalan dengan baik.”Jangan sampai penggiat konsumen terlibat dalam kegiatan politik,” paparnya.

YLKI Didasari Gerakan Konsumen

Kesempatan yang sama, Zumrotin mengatakan berdirinya Yayasan Lembaga Konsumen Indonesia (YLKI) tahun 1973 didasari pada kebijakan pemerintah menggalakan tekstil dalam negeri untuk seragam pegawai dan anak sekolah.
Ini tentunya untuk mendorong kemandirian dalam bidang ekonomi.”Apalagi jika dalam bidang globalisasi. Jika tidak dibentengi maka industri dalam negeri akan tergilas,” jelas Zumrotin.
Selain itu, pelaku usaha harus membuka komunikasi dengan konsumen agar barang yang diproduksinya dapat diterima masyarakat. Dan masyarakat dapat mengubah paradigma dalam memandang tindakan pelaku usaha. ”Bila ada perusahan yang menarik suatu barang maka kita harus mengapresiasi positif tindakan perusahaan itu,” katanya.(***)

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: