71.400 Masuk Islam, Muslim di Sabah Capai 55 Persen

MALAYSIA merupakan negara Islam yang mempunyai dua wilayah yang terpisah. Di sisi barat adalah wilayah Semenanjung sedangkan di sisi timur adalah wilayah Sabah dan Serawak. Wilayah Sabah dan Serawak merupakan wilayah yang paling luas dan terletak di sebelah utara Kalimantan.

Pendidikan Agama di Sabah

Pendidikan Agama di Sabah

Kinabalu berada di bagian utara negeri Sabah. Jumlah penduduknya mencapai 300 ribu. Itu pun sepertiganya adalah tenaga kerja Indonesia. Mayoritas penduduknya adalah etnis China, kemudian etnis penduduk asli atau tempatan dan disusul etnis Melayu.
Pada tahun 1973, jumlah penduduk yang memeluk agama Islam hanya 35 persen. Kini, setelah 37 tahun, jumlah penduduk yang beragama Islam mencapai 55 persen dengan jumlah muallaf capai 71.400. Sehingga agama Islam telah menjadi agama resmi di wilayah Sabah.
Perjuangan untuk mengembangkan agama Islam ini dilaksanakan secara terstruktur dan terencana. Selain, Jabatan Kemajuan Islam Malaysia (JAKIM) Cawangan Sabah, Non Government Organization (NGO) yang aktif adaalah Pertubuhan Islam Seluruh Sabah atau United Sabah Islamic Association (USIA).
USIA yang didaftarkan ke kerajaan pada tahun 10 Oktober 1969 merupakan gabungan organisasi Islam yang ada pada tahun 1950 hingga 1960. Persatuan-persatuan Islam yang ada ketika itu ialah Persatuan Islam Putatan yang dipimpin oleh Imam Ahmad Mus Haji Ismail, Persatuan Islam Sabah, diketuai oleh Tuan Haji Yusof Shamsuddin dan Persatuan Islam Tawau, diketuai oleh OKK Zainal Kerahu.
Peranan USIA juga besar. Karena mereka yang bergerak aktif secara langsung untuk mengembangkan Islam di daerah minoritas. Terdapat tantangan atau cabaran dalam pengembangan Islam. Dari sisi budaya dan agama yang ada. Daerah Sabah merupakan daerah pemeluk Nasrani. Bahkan, Wakil Konsul Gereja se dunia pun berkedudukan di Sabah. Selain itu juga dari segi demografi dan segi geografis.
Seratus kilo meter dari kota tersebut terdapat gunung Kinabalu. Gunung tertinggi di Borneo (sebutan Kalimantan sejak zaman penjajah, red). Letaknya  yang berbukit-bukit dan bergunung-gunung menjadikan suatu tantangan tersendiri dalam memperjuangkan agama Allah. Sebab, di lokasi ini  dan beberapa lokasi lain di perkebunan, umat Islam belumlah banyak.
Di kampung Tambunan misalnya. Untuk mencapai lokasi ini harus melewati jalan yang berkelok-kelok. Jaraknya 84 kilo meter  dari kota Kinabalu. Setelah dua jam perjalanan telah tiba di kampong Tambunan. Jumlah  penduduk yang beragama Islam pun hanya 15 persen.
Penggerak dakwah di daerah tersebut secara langsung adalah Hadiq Ismail Malakalu. Pria asal Adonara-Nusa Tenggara Timur ini masuk negeri Jiran sejak tahun 1974. Waktu itu, usianya mencapai 22 tahun. Ia bermohon kepada Kerajaan (Pemerintah, red) agar  dapat menjadi guru.
Selanjutnya oleh Kerajaan, lelaki tamatan IAIN dan Universitas Muhammadiyah Malang ini di tempatkan di Tambunan. Tercatat terdapat keberhasilan tersendiri bagi lelaki yang pernah mengenyam pendidikan di Gontor ini.
Penyebaran Islam dapat berjalan dengan cepat. Sebab, Ismail juga menggunakan bahasa setempat dalam mengenalkan ajaran Islam. Di Sabah, terdapat beberapa etnis atau suku. Di antaranya suku Iban (sama seperti suku Dayak di Kalimantan).

Hadiq Ismail Malakalu

Hadiq Ismail Malakalu

Selain itu, terobosan-terobasan juga dilakukan. Terobosan ini tentunya tidak bertentangan dengan ajaran Islam. Pada tahun 1975, Ismail membolehkan untuk melaksanakan sholat Jumat meskipun jumlahnya tak sampai 40 orang. Atas hal ini, Ismail pun dipanggil Mufti .
Dan dia pun menjelaskan jika tidak terdapat hadits secara detil yang menyatakan sholat Jumat harus dilakukan minimal 40 orang. Yang ada perintah sholat Jumat dilaksanakan dengan berjamaahn Dan jika pendapat ini dipertahankan boleh jadi di Tambunan tidak ada sholat Jumat selama puluhan tahun. Akhirnya, justeru mufti yang dipindah tugas oleh Kerajaan.
Secara aktif, Ismail juga mendirikan sekolah bagi pengajaran agama selepas sekolah umum atau akademik. Jumlah siswanya hanya 20. Tapi pengajaran yang dilaksanakan adalah pelajaran praktis yang berdakwah, pengurusan jenazah dan sebagainya.
Selain itu, anak-anak ditanamkan sejak kecil bahwa mereka adalah seorang pemimpin. Di kelas juga dituliskan ‘’Setiap kamu adalah pemimpin dan setiap pemimpin akan ditanya kepemimpinannnya.’’ Pecantuman sejak dini ini pun diharapkan dapat menciptakan pemimpin di masa yang akan datang.
Bukan hanya secara individu. Pembinaan agama juga dilakukan secara formal. Lembaga Islam seperti JAKIM dan USIA membina Sekolah Ugama Islam Sabah. Tingkatannya dari TK hingga setingkat SMA. Selain itu, mereka juga mengikuti sekolah umum formil yang dinamakan sekolah akademik.
Pengorbanan guru dalam pengambangan sekolah agama ini luar biasa. Dari sepuluh guru yang ada, enam dibiayai oleh JAKIM sedangkan sisanya hanya mengharapkan bantuan dari luar. Untuk memenuhi biaya operasional yang kurang sekolah mencari dana dengan cara menjual alat tulis sekolah dengan harga yang murah.
Ini pun tidak dapat diharapkan sebagai sumber utama. Sebab, sekolah tidak memungut biaya sekolah setiap bulannya. Penarikan biaya hanya sekali selama setahun saat pertama kali masuk yakni RM 25 atau setara dengan Rp67.500 (dengan kurs Rp2.700).
Gaji guru juga minim yakni RM 500 atau Rp1.350.000. Padahal di Semenanjung gaji guru minimal RM 2.000 atau Rp5.400.000. Jadi hanya seperempatnya. Meskipun demikian, guru-guru pun masih tetap semangat untuk membina siswa yang selain miskin juga rata- rata muallaf atau disebut dengan saudara baru. (***)

3 Tanggapan

  1. Apa bisa saya mendapatkan kontak pak Hadik. Saya ada rencana membuat film dokumenter ttg Islam di Asia (Apni/kompas-tv)

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: