Tolak Dirikan Masjid, Takut Tambah Dosa

TIDAK mudah mengajak umat Islam untuk beribadah dan membangun masjid di wilayah terpencil. Kendala justru datang pada umat Islam sendiri. ’’ Tidak usah lah membangun masjid di sini. Jika ada masjid, tapi tidak ada yang salat nanti dosanya makin bertambah. Lebih baik tidak ada masjid.’’

Syamsudin (kiri) dan Edy (kanan) membicarakan mushola

Syamsudin (kiri) dan Edy (kanan) membicarakan mushola

Kalimat itu meluncur dari ketua RT di kawasan Dam Duriangkang Batam, Muslim, kepada tim Buletin Jumat. Saat itu tim Buletin Jumat beserta rombongan sebuah lembaga swadaya masyarakat menawarkan bantuan untuk membangun masjid di daerah ini. Lembaga tersebut memfokuskan memberi bantuan pembangunan masjid/mushola untuk memudahkan masyarakat terpencil melaksanakan kegiatan ibadah di masjid.
Muslim menilai tidak perlu di daerah tempat tinggalnya didirikan masjid. Sebab baginya pembangunan masjid di daerahnya hanya akan menambah beban dosa bagi warganya.
Kehidupan masyarakat kecil dan terpencil memang kerap membuat lupa untuk beribadah. Tuntutan kebutuhan hidup menuntut masyarakat untuk lebih fokus mencari sumber kehidupan. Tidak terkecuali masyarakat di wilayah dam Duriangkang, yang sebagian besar bermata pencahariaan pencari ikan.
Kawasan Dam Duriangkang memang bukanlah pemukiman. Kawasan tersebut adalah daerah cathment area atau daerah tangkapan air dan hutan lindung yang dilindungi pemerintah. Daerah tersebut dillarang dijadikan sebagai tempat tinggal. Namun nyatanya, daerah tersebut dihuni ratuasan warga, yang beridentitas beragama Islam.

Dam Duriangkang - Batam - Indonesia

Dam Duriangkang - Batam - Indonesia

Di sana memang sudah ada mushala kecil sebagai tempat beribadah masyarakat di sana. Kondisinya sangat memprihatinkan. Sayang, mushala tersebut tidak termanfaatkan. Jarang sekali masyarakat setempat memanfaatkan mushala tersebut. Menyadari itulah, ketika ada penawaran bantuan pembangunan masjid di daerah tersebut, pak RT setempat menolaknya.
Hal yang sama juga terjadi di Pulau Lingke – Batam. Kawasan tersebut dihuni warga suku laut mayoritas beragama nasrani. Tapi ada beberapa keluarga yang menganut muslim. Sebagian besar warga tersebut  bersaudara. Namun kemudian mereka berbeda keyakinan. Seperti halnya dialami keluarga Syamsudin dan Edi. Kedua kakak beradik itu berbeda keyakinan. Kakaknya menganut agama Nasrani sedangkan adiknya menganut agama Islam. Syamsudin memiliki anak-anak yang beragama Islam.
Di kawasan tersebut belum ada masjid. Ketika proyek bantuan pembangunan mushala ditawarkan di daerah tersebut, Edi menolaknya. Sebaliknya, sang kakak yang beragama nasrani menyambutnya. Silang pendapat antara kakak beradik pun terjadi.
‘’ Tak usahlah dibangun masjid di sini. Saya malu. Apa kata orang nanti, ada masjid tapi tak pernah ada isinya,’’ kata Edi menolak.
Dia menyarankan agar bantuan pembangunan masjid yang telah dianggarkan di daerahnya dilimpahkan ke masjid lainnya. Menurut Edi, jumlah umat muslim di wilayah tempat tinggalnya sangat sedikit. Mereka bermatapencaharian nelayan. Hampir seluruh waktunya dihabikan melaut. Mereka jarang melaksanakan salat, terutama salat lima waktu.
Namun sang kakak menolaknya. Dia tetap berharap di wilayah pemukimannya didirikan masjid. ‘’ Biarlah, kalau untuk kebaikan kenapa tidak’’ kata Syamsudin serius.
‘’ Gak usah. Untuk apa kau masjid?,’’ tanya Edi yang berbadan gempal ini kepada kakaknya.
‘’Masjid itu untuk anakku. Biar anakku bisa belajar di sana,’’ timpal Syamsudin kepada adiknya.
Silang pendapat itupun terhenti karena waktu sudah menunjukkan waktu salat Ashar. Kami pun ikut salat Ashar di rumah Syamsudin. Namun diantara mereka belum ada titik temu. (***)

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: