Suku Laut Tanjunggundap pun Pindah Agama

TANJUNGGUNDAP. Lokasi ini tidaklah terisolir. Untuk mencapainya dapat ditempuh dengan jalur darat sebelum jembatan I Tengku Fisabilillah – Barelang ke kanan. Dikatakan tidak terisolir karena terdapat sekolah dan masjid di perkampungan masyarakat di sana. Namun, sebelum perkampungan Tanjunggundap, ke arah kanan terdapat sekitar dua belas kepala keluarga suku laut yang tinggal di sana.

SESEPUH WARGA: Pak Jantan (kanan), sesepuh warga Tanjunggundap

SESEPUH WARGA: Pak Jantan (kanan), sesepuh warga Tanjunggundap

Terdapat satu dapur arang yang cukup besar di lokasi tersebut. Mata pencaharian masyarakatnya selain nelayan adalah mengelola dapur arang. ‘’Kami dulu berasal dari Pulau Geranting,’’ jelas pak Jantan, sesepuh masyarakat di sana.
Informasi yang diperoleh Buletin Jumat, sebelum pindah dari Geranting mereka memeluk agama Islam. ‘’Tapi setelah pindah ke Tanjunggundap, saudara kami tu pindah agama menjadi nasrani,’’  sedih tokoh masyarakat Geranting.
‘’Kami menjadi nasrani sejak tahun 2005,’’ ujar Suhaili, cucu pak Jantan.
Perpindahan agama ini juga terjadi di pulau Telukpaku. Untuk masuk di sana harus melalui hutan bakau. ‘’Ya dulu kan kami tak beragama,’’ ujar warga Telukpaku.
Bukan hanya di pulau, di daerah yang dekat dengan jembatan I yakni Tiawangkang juga terjadi hal yang sama. Dan memang kondisi ini disebabkan umat Islam yang kurang memperhatikan saudaranya terutama suku laut.
Secara umum, masyarakat suku laut punya keterikatan hubungan darah dengan suku laut yang lain. Sebagian mereka masih memeluk agama Islam dan sebagian lain telah berpindah agama.
Bahkan, alasan untuk pindah agama pun mereka tak paham. Sebab para misionaris halus dalam menyampaikan misisnya. Di antaranya mengatakan semua agama sama. ‘’Kami pun dikatakan sebagai muslim yang tak sah karena tak sholat dan menjalankan perintah agama sebagaimana mestinya,’’ ujar warga Tanjungundap. (***)

4 Tanggapan

  1. wah wah seamkin banyak kejadian kaya gitu sekarang…..
    salam kenal🙂

  2. Astaqfirullah…semoga jadi perhatian saudara2 yg mengemban tugas berdakwah agar bisa mendatangi saudara2 kita yg luput dari perhatian…
    Ternyata gerakan para misionaris sangat cepat & lihat membaca situasi…!!!

  3. Prihatin sekali…
    Ketidaktahuan menjadi sasaran empuk para misionaris.
    Salam kenal.

  4. tgl 13 maret 2012 kemarin mampir ke perkampungan tiangwangkang, dan memang benar disitu nampknya telah terjadi pemurtadan scr masif, disitu berdiri satu gereja dan hanya m ushola kecil yg memprihatinkan…

    umat islam batam harus bangkit, bahu membahu mengisi kesongoan dakwah di kepulauaun riau dan khususnya suku laut melayu, mereka harus diislamkan kembali, dan pemerintah daerah harus bertindak tegas mengusiri para misionaris , dan pengusaha tionghoa yg menjadi pemodal kristenisasi

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: