Puluhan Anak Dam Duriangkang Tak Bersekolah

BATAM, merupakan pulau yang berbatasan langsung dengan Singapura dan Johor-Malaysia. Sehingga Batam dijadikan lokomotif perekonomian Indonesia. Namun siapa sangka ditengah gemerlap Batam bahkan di mainland (istilah untuk daerah di dalam Batam bukan di kepulauan di sekitar Batam, red) terdapat puluhan anak yang tidak bersekolah.

Anak-anak di Damduriangkang

Anak-anak di Damduriangkang

Masuk melalui depan pintu IV Mukakuning dan dilanjutkan dengan sampan maka akan tiba di tepi dam yang disekitarnya terdapat keramba ikan. Puluhan keluarga pun tinggal di sana. Dengan fasilitas yang minim mereka tinggal karena mata pencaharian sehari-hari adalah menangkap ikan dan mengembangkan budidaya ikan meskipun secara yuridis penangkaran ikan di sini adalah ilegal. Mereka tinggal di sekitar tepi dam. Untuk menuju ke sana, harus berjalan kaki sekitar 500 meter melalui hutan lindung.
Beberapa rumah tampak berdiri. Musholah yang ada pun hanya berdindingkan triplek. Kesulitan yang dialami warga yang tinggal di sana adalah menyekolahkan anak-anaknya karena keterbatasan dana. Apalagi untuk menuju sekolah terdekat harus naik sampan. Ini tidak mungkin dilakukan bagi anak yang masih duduk di Sekolah Dasar.
Salah satu cara yang dapat dilaksanakan adalah dengan menempatkan mereka di asrama dengan kerelaan orang tuanya. Bahkan, mereka juga harus punya andil untuk membiayai anak mereka sekolah berapapun mereka mampu, agar sang anak tidak merasa dicampakkan begitu saja karena tidak ada perhatian dari orang tuanya. Orang tua juga harus sadar untuk mengubah derajat hidup anak dan keluarganya adalah melalui jalur pendidikan.
Kesulitan menuntut ilmu juga dialami masyarakat di kepulauan. Masyarakat pulau, dengan segala keterbatasan juga memiliki semangat dalam menuntut ilmu. Dengan berdayung menggunakan sampan atau dalam bahasa melayu disebut dengan berciau, mereka mengarungi laut dari satu pulau ke pulau lain untuk mendalami ilmu. Baik itu ilmu pengetahuan umum maupun pengetahuan agama. (tim)

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: