Tak Tau Mengapa Pindah Agama

MENGUNJUNGI Pulau-pulau di sekitar Batam bukan merupakan perjalanan kali pertama. Demikian juga dengan banyak masyarakat suku laut yang telah menjadi nasrani karena kurang perhatiannya kita selaku muslim. Awalnya suku laut merupakan keturunan raja Johor yang lari ke laut akibat perang saudara sekitar 380 tahun silam. Karena berada di tengah laut dan kurangnya pembinaan maka mereka tidak mengenal ajaran agamanya lagi.

Kembali Mengucapkan Dua Kalimat Syahadat

Kembali Mengucapkan Dua Kalimat Syahadat

Hal ini yang dimanfaatkan oleh kaum misionaris bahwa suku laut tidak bertamaddun dan jargon mereka yang paling lazim didengar adalah semua agama sama hanya jalannya yang berbeda. Dan ini harus dikembalikan di pangkal jalan. Yakni kembali ke ajaran tauhid, Islam.
Konsidi di Pulau Teluk Nipah misalnya. Masyarakat di sana telah menjadi nasrani. Yang masih muslim seperti Senin dan Rabu (nama orang, red). Kurang mendapatkan pembinaan dengan baik. Apalagi mendapat pengajaran dari dai. Hal ini dikarenakan kondisi yang sulit untuk menjangkau di sana. Apalagi menempatkan dai yang tempatnya tidak ada mushola ada rumah dai.
Namun, kondisi ini harus di atasi yakni dengan jalan membangun mushola dan menempatkan dai di sana. Sebelum semua terlambat. Karena Hati itu dalam bahasa arab berarti bolak-balik. Demikian juga iman tergadang naik dan terkadang turun.
Akibat kurang pembinaan maka akan mengakibatkan perpindahnya agama masyarakat suku laut. Seperti warga pulau Granting yang berjumlah dua belas kepala keluarga. Setelah pindah ke Tanjunggundap, mereka telah berpindah agama. Buletin Jumat pun menjumpai mereka dan menjelaskan sejarah mereka yang memang dulunya memeluk agama Islam.
Hal yang dama juga terjadi pada Andika. Bapak satu anak yang bayinya baru melahirkan ini tidak tau mengapa pindah agama sejak setahun yang lalu. ”Mertua saya nasrani,” ujarnya polos.
Andika yang saat itu sedang menunggu kelahiran anak pertamanya itu mengatakan bahwa istrinya mau untuk menjadi muslim. Namun, karena halangan mertuanya maka niat itu belum tercapai hingga saat ini. ”Andika harus syahadat lagi,” ujar ketua Yayasan Lembaga Konsumen Muslim Batam (YLKMB) Imbalo Iman Sakti.
Alhamdulillah, Andika pun telah mengucapkan dua kalimat syahadat. Bimbingan untuk mengucapkan dua kalimat syahadat ini juga dilakukan kepada pak Aking, warga pulau Teluk Nipah. ”Tak apa kalau berbuat baik,” ujar pak Aking saat itu setelah mengucapkan dua kalimat syahadat. (***)

4 Tanggapan

  1. Pak, boleh saya copy ke wordpress saya nggak? terima kasih… info ini benar-benar menggugah.. saya lama tinggal di Kepri pak.. (lingga)

  2. kalo sy non muslim apakah sy akan masuk neraka?

    • Sejak Nabi Adam, agama itu hanya mengajarkan percaya hanya pada satu tuhan yakni Allah SWT (Tauhid). Maka kembalilah pada ujung pangkal yakni memeluk agama Tauhid

  3. ya Allah, maafkan da’i2 yang tak sampai kepulau yang sulit terjangkau dan berilah hidayah pada orang2 yang telah memeluk agam MU Ya Rob

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: