Pengumpulan Hewan Qurban Turun 82,35 Persen

PENGUMPULAN hewan Qurban Lembaga Amil Zakat (LAZ) Masjid Raya Batam mengalami penurunan hingga 82 persen. ”Tahun lalu kami bisa mengumpulkan 17 ekor sapi, tapi saat ini diperkirakan hanya tiga ekor sapi. Jadi penurunan mencapai 82,35 persen,” ujar Wakil Direktur LAZ MRB Syarifuddin. 
Syarif mengatakan LAZ MRB bekerjasama dengan Hypermart dan terkumpul 13 kambing. Sehingga total kambing yang terkumpul mencapai 64 kambing. ”Dan semua hewan qurban ini telah diperiksa oleh Karantina Hewan dan Dinas Kesehatan Kota Batam supaya daging qurban yang dibagikan layak dikonsumsi,” jelasnya.
Perihal penurunan pengumpulan hewan qurban ini, kata Syarif, lebih disebabkan banyaknya panitia qurban yang seharusnya tidak perlu melaksanakan. Seperti halnya panitia qurban Batam Pos yang berhasil mengumpulkan hewan qurban setara 100 ekor kambing.
”Kami berhasil mengumpulkan 11 sapi dan sekitar lima puluh kambing,” ujar panitia qurban Batam Pos M Nur.
M Nur mengatakan hewan qurban yang dikumpulkan Batam Pos telah diperiksa oleh Dinas Kesehatan. Dan nantinya akan dibagikan ke daerah hinterland dengan dua speed Batam Pos. ”Sedangkan untuk daerah Batam akan dibagikan dengan menggunakan lima mobil boks Batam Pos,” jelasnya.
Sementara itu, Kabid Peternakan Dinas KP2K Kota Batam, Sri Yunelli mengatakan pengecekan hewan kurban akan dilakukan dua tahap, yaitu pengecekan secara fisik dan proses sampling.
“Yang pertama cek fisik telah kami lakukan 11 November lalu. Rencananya Senin (29/11) kami akan cek lagi ke lapangan. Sejauh ini hasil pengecekan kami menyimpulkan hewan-hewan kurban nanti dalam keadaan aman,” ungkap dia.
Sedangkan untuk pengecekan tahap kedua nanti, ungkap Sri, pihaknya akan menyebar tim dari Bidang Peternakan KP2K untuk turun ke beberapa masjid dalam mengambil sampel daging yang telah dipotong.
“Nantinya tim kami akan menyebar ke beberapa masjid. Mungkin per kecamatan secara acak, untuk mengambil sampel daging yang telah dipotong. Jika ditemukan nanti organ atau daging hewan yang di bawah standar kesehatan, maka kami rekomendasikan kepada pengurus agar daging tersebut tidak dibagikan ke masyarakat,” urainya.
Pihaknya juga telah menyurati masjid atau panitia di beberapa tempat pemotongan hewan kurban, untuk terus memantau kondisi hewan dengan prosedur yang diberikan. “Jangan sampai nantinya sewaktu kami cek hewan dalam keadaan sehat, namun bisa saja menjelang hari H hewan terserang penyakit yang tidak diinginkan. Untuk itu kami merekomendasikan kepada setiap panitia kurban untuk memantau kondisi hewan-hewan tersebut,” sebut Neli.
Sampai saat ini Dinas KP2K belum pernah menemukan kasus penyakit berbahaya seperti anthrax. “Namun kalau penyakit kuku dan mulut mungkin per kasus. Yang jelas, kalau untuk Idul Adha besok, hasil pemantauan kami sejauh ini menyatakan hewan-hewan yang dipakai kurban itu bebas penyakit,” simpul dia.
(**)

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: