Klausula Baku dalam Jual-Beli Rumah

SAAT ini, banyak konsumen yang belum mengetahui tentang klausula baku yang terjadi dalam jual-beli rumah. Klausula baku merupakan hal yang dilarang menurut UU No 8 Tahun 1999 tentang Perlindungan Konsumen. Kasus jual-beli apartemen imperium, misalnya. Kasus yang masuk Badan Penyelesaian Sengketa Konsumen (BPSK) Kota Batam ini terjadi karena pihak developer tidak mau membayar kembali uang yang telah disetorkan kepada konsumen. Bahkan, pihak developer tidak mengizinkan apartemen tersebut disewakan kepada pihak ketiga. Dan ini tertuang dalam perjanjian jual-beli.
Kasus lainnya juga sama. Yakni, konsumen tidak dapat memperoleh haknya yang seharusnya diperolehnya berdasarkan UU No 8 Tahun 1999 tentang Perlindungan Konsumen.
Pengertian klausula baku adalah setiap aturan atau ketentuan dan syarat-syarat yang telah dipersiapkan atau ditetapkan terlebih dahulu secara sepihak oleh pelaku usaha yang dituangkan dalam suatu dokumen dan / atau perjanjian yang mengikat dan wajib dipenuhi oleh konsumen.
Klausula baku ini dilarang karena mengandung delapan daftar negatif. Diantaranya karena isinya mengurangi, membatasi, menghapuskan kewajiban atau tanggungjawab pelaku usaha dan isinya menciptakan kewajiban atau tanggungjawab yang dibebankan pada konsumen.
Yang kedua pelarangan ini disebabkan letak dan bentuknya yang meliputi sulit terlihat, tidak dapat dibaca dengan jelas dan pengungkapannya sulit dimengerti.
Adapun delapan negatif list tersebut meliputi menyatakan pengalihan tanggungjawab pelaku usaha, menyatakan bahwa pelaku usaha berhak menolak menyerahkan kembali barang yang dibeli konsumen, menyatakan bahwa pelaku usaha berhak menolak penyerahan uang yang dibayarkan atas barang atau jasa yang dibeli oleh konsumen;menyatakan pemberian kuasa dari konsumen kepada pelaku usaha baik secara langsung maupun tidak langsung untuk melakukan segala tindakan sepihak yang berkaitan dengan barang yang dibeli konsumen secara angsuran, memberi kuasa kepada pelaku usaha untuk mengurangi manfaat jasa atau mengurangi harta kekayaan konsumen yang menjadi obyek jual beli jasa, mengatur perihal pembuktian atas hilangnya kegunaan barang atau pemanfaatan jasa yang dibeli konsumen, menyatakan tunduknya konsumen kepada peraturan yang berupa aturan baru, tambahan, lanjutan yang dibuat sepihak oleh pelaku usaha dalam masa konsumen memanfaatkan jasa yang dibelinyadan menyatakan bahwa konsumen memberi kuasa kepada pelaku usaha untuk pembebanan hak tanggungan, hak gadai, hak jaminan terhadap barang yang dibeli oleh konsumen secara angsuran.
Untuk klausula baku yang menyimpang dari ketentuan tersebut dinyatakan batal demi hukum. Pernyataan batal demi hukum harus diajukan melalui gugatan ke Pengadilan Negeri oleh konsumen yang dirugikan. (***)

Satu Tanggapan

  1. terima kasih om atas astikel informasinya, dengan membaca artikel ini saya sedikit tahu tentang klausula dalam jual beli rumah

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: