MUI Bersikukuh Vaksin Meningitis Haram

MAJELIS Ulama Indonesia (MUI) tetap bersikukuh bahwa vaksin meningitis (radang selaput otak) yang disuntikkan pada jemaah haji Indonesia tetap haram. MUI menolak fakta yang disodorkan Departemen Kesehatan (Depkes) bahwa vaksin itu bebas dari DNA babi.
‘’Dari hasil pertemuan antara MUI dan Depkes, Komisi Fatwa MUI tetap bersikukuh vaksin meningitis haram,’’tegas Sekretaris Umum MUI Ichwan Sam seusai bertatap muka dengan Menteri Kesehatan Siti Fadilah Supari.
Hasil uji Badan Pengawas Obat dan Makanan (POM) membuktikan hasil akhir
vaksin bebas dari DNA babi. Akan tetapi, dalam proses pembuatan terjadi
persinggungan dengan unsur babi, yaitu trypsin (enzim) yang berasal dari porcine yang bersumber dari enzim babi.
Berkenaan dengan hukum kedaruratan lantaran di dunia ini belum ada yang
mampu membuat vaksin meningitis bebas enzim babi, Ichwan berkomentar
hukum kedaruratan juga harus dipandang dari subjek pengguna
Umpamanya, kalau vaksin itu disuntikkan pada jemaah haji yang seumur
hidupnya be lum pernah naik haji, praktis hukum itu berlaku. Namun,
sebutnya, bagi mereka yang telah berkali-kali naik haji, akan lebih
bijaksana untuk menunggu temuan vaksin terbaru yang bebas babi
MUI juga telah menyampaikan pendapat ke pemerintah Arab Saudi perihal itu. Namun, jawaban yang amat dinanti itu belum datang juga Untuk tahun ini, MUI masih bisa menoleransi pemberian vaksin dengan mengambil asas darurat. Namun, pada 2010 diharapkan penggunaan vaksin ini bisa dihapus
Menkes menghormati putusan MUI. Namun, ia mengatakan kendati bersumber
dari porcine– dengan perkembangan teknologi, lewat pencucian berulang
kali– unsur porcine yang menjadi trypsin itu telah hilang Lagi pula, trypsin yang digunakan hanya sebagai katalisator pembuatan vaksin. Trypsin hanya digunakan sebagai alat perkembangbiakan virus.
Badan POM telah memutuskan hasil akhir dari vaksin meningitis telah
bebas dari DNA babi. Sebelumnya, Menkes menganalogikan penggunaan
trypsin sama dengan pemberian pupuk pada pohon mangga
Kendati pupuk yang berasal dari kotoran hewan itu najis, mangga tentunya tidak tercemar dengan barang najis itu
Siti Fadilah pun membantah Malaysia telah menggunakan enzim sapi. Negara jiran itu menggunakan vaksin serupa dengan Indonesia. Vaksin itu, tambah Menkes, dipergunakan pula oleh 70 negara Islam yang memberangkatkan haji warganya. Di sana, tambahnya, tidak ada masalah haram atau halal seperti yang terjadi di sini. (***)

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: