Pemurtadan, Kesalahan Umat Islam Juga

TERJADINYA pemurtadan, sedikit-banyak merupakan kesalahan umat Islam. Ini disebabkan kurangnya perhatian umat Islam menghadapi persoalan ini. Padahal, umat lain melakukan kegiatan pemurtadan ini dengan serius dan dana yang besar.
”Mereka mewajibkan menyisihkan pendapatan hingga sepuluh persen dan mempunyai divisi khusus untuk menyelenggarakan kegiatan ini,” ujar Mia, muallaf yang berdomisili di Jakarta.
Pemurtadan ini pun juga dilakukan dengan cara sistimatis. Anak-anak pun disekolahkan setinggi mungkin sehingga diharapkan jika lulus kelak mereka dapat melanjutkan misi pemurtadan tersebut. Dan ini terjadi di pulau Gara. Berdasarkan informasi yang dihimpun,kegiatan ini telah berlangsung lama.
Aktivis yang sering mengunjungi kaum minoritas dari berbagai negara ASEAN, Ustadz Wahab pun mengamini hal ini. Pria yang berusia 68 tahun dan berkewarganegaraan Malaysia ini tidak dapat menahan kesedihannya ketika mengunjungi Pulau Kubung yang mana warga Melayu menjadi murtad dan keluar dari agama Islam.
”Banyak yang masih bernama Ahmad dan Ibrahim tapi agamanya sudah bukan Islam lagi,” ujar Imbalo Iman Sakti, pengurus Muhammadiyah Internasional cabang Batam.
Untuk mengatasi kondisi ini berbagai usaha dan cara telah dilakukan. Diantaranya dengan mengangkat dai yang memang tinggal di Pulau tempat sasaran pemurtadan. Dan Dai ini pun dibiayai oleh Lembaga Amil Zakat (LAZ) Masjid Raya Batam.
Bukan hanya itu, dai yang bernama Ainur Rofiq ini telah diikutsertakan dalam pelatihan dan diklat yang diselanggarakan oleh Asian Muslem Charity Foundation (AMCF) yang bermarkas di Dubai. ”Dengan mengikuti kegiatan pelatihan maka ilmu dai yang bertugas di sana semakin bertambah,” ujar Wakil Direktur LAZ, Syariifuddin. (*)

2 Tanggapan

  1. masalah ini telah Allah peringatkan dalam QS. al-Mai’dah (5) : 54 yang artinya: Wahai orang-orang yang beriman, barangsiapa di antara kamu yang murtad dari agamanya, maka kelak Allah akan mendatangkan suatu kaum yang Allah mencintai mereka dan merekapun mencintai-Nya, yang bersikap lemah lembut terhadap orang yang mukmin, yang bersikap keras terhadap orang-orang kafir, yang berjihad di jalan Allah, dan yang tidak takut kepada celaan orang yang suka mencela. Itulah karunia Allah, diberikan-Nya kepada siapa yang dikehendaki-Nya, dan Allah Maha Luas (pemberian-Nya) lagi Maha Mengetahui.

  2. Tuhan juga memiliki semua yang ada, baik di bumi, langit, mau pun yang ada di antara keduanya: “Sesungguhnya telah kafirlah orang-orang yang berkata: “Sesungguhnya ALLOOOH itu ialah Al Masih putera Maryam”. Katakanlah: “Maka siapakah (gerangan) yang dapat menghalang-halangi kehendak ALLOOOH, jika Dia hendak membinasakan Al Masih putera Maryam itu beserta ibunya dan seluruh orang-orang yang berada di bumi semuanya?” Kepunyaan ALLOOOH-lah kerajaan langit dan bumi dan apa yang di antara keduanya; Dia menciptakan apa yang dikehendaki-Nya. Dan ALLOOOH Maha Kuasa atas segala sesuatu.” [Al Maaidah:17]
    Tuhan juga telah ada sebelum segala sesuatu ada (awal). Tuhan juga akan tetap ada, ketika yang lain telah musnah (akhir): “Dialah Yang Awal dan Yang Akhir, Yang Zhahir dan Yang Bathin; dan Dia Maha Mengetahui segala sesuatu.” [Al Hadiid:3]
    “Oleh karena itu, tidak mungkin Tuhan lahir, ketika makhluk lain sudah ada, atau pun meninggal, ketika makhluk lain masih ada. Jika ada, itu tidak lain hanyalah makhluk ciptaan Tuhan belaka,” ujarnya kepada sejumlah wartawan, Kamis (4/6) di Kisaran.
    Hanya ada satu Tuhan, yaitu: Allah.
    “Sesungguhnya kafirlah orang-orang yang mengatakan: “Bahwasanya ALLOOOH salah satu dari yang tiga”, padahal sekali-kali tidak ada Tuhan (yang berhak disembah) selain Tuhan Yang Esa. Jika mereka tidak berhenti dari apa yang mereka katakan itu, pasti orang-orang yang kafir di antara mereka akan ditimpa siksaan yang pedih.” [Al Maa-idah:73]
    ALLOOOH tidak punya sekutu.
    “Katakanlah: “Siapakah Tuhan langit dan bumi?” Jawabnya: ” ALLOOOH.” Katakanlah: “Maka patutkah kamu mengambil pelindung-pelindungmu dari selain ALLOOOH, padahal mereka tidak menguasai kemanfaatan dan tidak (pula) kemudharatan bagi diri mereka sendiri?”. Katakanlah: “Adakah sama orang buta dan yang dapat melihat, atau samakah gelap gulita dan terang benderang; apakah mereka menjadikan beberapa sekutu bagi ALLOOOH yang dapat menciptakan seperti ciptaan-Nya sehingga kedua ciptaan itu serupa menurut pandangan mereka?” Katakanlah: “ALLOOOH adalah Pencipta segala sesuatu dan Dia-lah Tuhan Yang Maha Esa lagi Maha Perkasa”. [Ar Ra’d:16]
    “Dan katakanlah: “Segala puji bagi ALLOOOH Yang tidak mempunyai anak dan tidak mempunyai sekutu dalam kerajaan-Nya dan Dia bukan pula hina yang memerlukan penolong dan agungkanlah Dia dengan pengagungan yang sebesar-besarnya.” [Al Israa:111]
    Maha Suci ALLOOOH dari mempunyai anak dan sekutu.
    “ALLOOOH sekali-kali tidak mempunyai anak, dan sekali-kali tidak ada tuhan (yang lain) beserta-Nya, kalau ada tuhan beserta-Nya, masing-masing tuhan itu akan membawa makhluk yang diciptakannya, dan sebagian dari tuhan-tuhan itu akan mengalahkan sebagian yang lain. Maha Suci ALLOOOH dari apa yang mereka sifatkan itu,” [Al Mu’minuun]
    “dan tidak ada seorangpun yang setara dengan Dia”. [Al Ikhlas:4]. [ESA]

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: