Pembenahan Kampung Tua, Pemberdayaan Warga

KAMPUNG tua, merupakan kawasan lama yang harus ditata dan dibina untuk mencapai kemakmuran masyarakat yang tinggal di kawasan itu.

PEMBERDAYAAN : Masyarakat kampung tua perlu diberdayakan.

PEMBERDAYAAN : Masyarakat kampung tua perlu diberdayakan.

Kampung tua yang berada di Batam merupakan kawasan lama biasanya terletak di pinggir pantai dan dihuni oleh masyarakat melayu yang nota bene kurang diberdayakan tertutama dalam peningkatan kemakmuran ekonominya.
Sesuai dengan SK Wali Kota Batam KPTS.105/HK/III/2004 tanggal 23 Maret 2004 terdapat 126 titik kampung tua dengan jumlah penduduk 80.600 jiwa. Hal ini diperkuat dengan Peraturan Daerah (Perda) tentang Kampung Tua tanggal 19 Maret 2008. Penataan ini pun dikawal oleh Rumpun Khasanah Warisan Batam (RKWB) yang dibentuk pada tanggal 8 Februari 2008.
Ketua RKWB Makmur Ismail mengatakan pemerintah harus cepat menindaklanjuti masalah ini, sebab jika ada masalah maka permasalahan tersebut dapat di atasi dengan segera.
Sebab untuk mendata kampung tua perlu bertanya kepada orang tua yang bermukim di wilayah tersebut. ‘’Jadi setelah diukur maka penduduk dalam akan diberi sertifikat,’’ ujarnya.
Demi kelancaran program ini maka RKWB bersama tim akan bekerja sama untuk mengukur wilayah di kampung tua tersebut.’’Jika sudah terlanjur dikuasai pengembang maka wilayah itu akan dipotong dan penataannya sesuai dengan karakternya,’’ papar mantan karyawan Mc Dermot ini.
Karakter tersebut, katanya, seperti di Tanjungriau akan menjadi tempat kesenian. Nongsa akan menjadi pusat pariwisata.

CERAMAH : Peningkatan pengetahuan warga dengan pengajian

CERAMAH : Peningkatan pengetahuan warga dengan pengajian agama

Sementara itu berdasarkan pantauan Buletin Jumat, permasalahan kampung tua hampir sama dengan kawasan hinterland lainnya. Rendahnya SDM, kurangnya sarana dan prasarana dan sulitnya akses dari dan ke daerah tersebut merupakan ciri  khas kawasan tersebut.
Beberapa kawasan yang ditemukan diantaranya daerah Kampung Berlian Batam Center. Kawasan yang letaknya tidak jauh dari pusat kota, bahkan permasalahan juga mengalami permasalahan yang sama seperti kurangnya fasilitas listrik, jalan dan sebagainya. Kehidupan dan mata pencaharian mereka yang hanya tergantung dari keramahan alam menjadi permasalahan sendiri.
Permasalahan tersebut tentu saja akan menjadi kendala dalam pencampaian yang sesuai harapan. Karenanya kawasan-kawasan tersebut membutuhkan pembenahan-pembenahan yang menyeluruh dari seluruh permasalahan yang ada. Tidak saja dari sisi fisik, mental, ekonomi, juga sosial.
Beberapa langkah yang ditempuh pemerintah Kota Batam dalam menjawab beberapa permasalahan tersebut diantaranya  dalam hal pendidikan.
Pemerintah Kota Batam tidak saja menyediakan sarana pendidikan berupa penambahan pembangunan sekolah, juga menyediakan sarana lain untuk para murid yang yang berada di kawasan hinterland berupa asrama untuk anak-anak yang berada di pulau-pulau. Anak-anak ditampung dalam asrama dengan fasilitas yang cukup memadai.
Hal tersebut untuk menjawab permasalahan sulitnya akses para peajar ke sekolah sekaligus menjawab terbatasnya anggaran untuk pembangunan sekolah di setiap pulau.
Selain itu ada banyak program yang sudah dilakukan, namun belum menjawab seluruhnya. (***)

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: