Mencetak Da’i Berbahasa Arab

UNTUK mengetahui budaya suatu negara, maka kuasailah bahasanya. Berdasar pepatah tersebut maka untuk lebih memahami agama Islam tentunya kompetensi minimal yang harus dikuasai adalah bahasa Arab. Namun, pada kenyataannya dai yang tersebar saat ini khususnya di Batam belum menguasai bahasa Arab. Bukan hanya itu, Batam juga kekurangan da’i terutama yang ditempatkan di pulau–pulau di sekitar pulau Batam.

Da'i di Pulau sangat dibutuhkan

Da'i di Pulau sangat dibutuhkan

Guna mengatasi hal itu, maka Pimpinan Daerah Muhammadiyah (PDM) Kota Batam melalui Pimpinan Pusat (PP) Muhammadiyah mengadakan kerjasama dengan Asia Muslim Charity Foundation (AMCF) mendirikan lembaga pengembangan bahasa Arab yang berlokasi di gedung Sekolah Muhammadiyah – Batu Aji – Batam.

Peletakan batu pertama gedung lembaga pengembangan bahasa arab ini dilakukan oleh Sekretaris PP Muhammadiyah Drs H Goodwill Zubair, Chairman AMCF H.Abdul Hamid Siraj, M.A, Asisten Wali Kota Batam Samsul Bahrum, Phd serta Pimpinan Wilayah Muhammadiyah Kepri Dr H Chablullah Wibisono dan Pimpinan Daerah Muhammadiyah Batam Ir H Imam Bachroni di Batu Aji, Ahad (1/2/09).

Acara peletakan batu pertama lembaga bahasa Arab

Acara peletakan batu pertama lembaga pengembangan bahasa Arab di Batu Aji - Kota Batam

Lembaga pengembangan bahasa Arab ini telah didirikan di beberapa daerah diantaranya di Jakarta, Bandung, Solo, Jogjakarta, Surabaya, Makkasar, Malang, Medan dan beberapa kota lainnya di Indonesia.

Kurikulum lembaga pendidikan ini dibuat berdasarkan pada Al Qur’an dan As Sunnah sebagaimana yang diterapkan pada pengajaran-pengajaran Islam di Universitas Islam Madinah dan Universitas Imam Muhammad bin Saudh Riyadh.

Abdul Hamid Siraj mengharapkan lembaga ini dapat berkembang dengan baik. ‘’Seperti halnya di Singapura, yang belajar di lembaga ini adalah satu keluarga. Bukan hanya murni siswa-siswi pelajar,’’ jelas pria asal Banten ini.

Abdul mengatakan siswa lembaga pengembangan bahasa ini minimal lulusan SMA, dan biaya pendidikan akan ditanggung oleh AMCF. Diharapkan anak-anak pulau dapat mengikuti pendidikan ini.

Goodwill Zubair mengatakan dalam pengembangan dakwah seyogyanya kita memperhatikan beberapa hal diantaranya janganlah kamu semua pergi ke medan perang. Artinya, harus ada orang yang mengurus organisasi agar dakwah dapat berjalan dengan baik.

Selain itu, katanya, warga Muhammadiyah harus ingat perkataan K.H A.R Fachrudin, yang pertama jika semua warga Muhammadiyah menolak jabatan atau amanah maka tunggulah Muhammadiyah akan dipimpin orang gila. Yang kedua jika semua warga Muhammadiyah berebut jabatan dengan menghalalkan segala cara maka tunggulah Muhammadiyah akan dipimpin oleh Srigala. Dan jika terjadi dua-duanya maka Muhammadiyah akan dipimpin oleh Srigala gila.(***)

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: