Seharusnya Merokok Itu Haram

SIDANG komisi Ijtima Ulama Fatwa III MUI yang membahas fatwa rokok di Padang pada 25 Januari 2009 mengeluarkan keputusan rokok haram dalam kondisi tertentu.

Merokok di tempat umum

Merokok di tempat umum

Yang dimaksud kondisi tertentu yakni haram untuk anak di bawah umur, wanita hamil, dan aktivitas merokok di tempat umum. Ketiga, hukum merokok secara umum makruh, tapi dalam kondisi tertentu haram hukumnya bagi anak-anak di bawah umur, wanita hamil dan merokok di tempat umum. Keempat, diperlukan waktu yang panjang untuk menentukan hukum mutlak bagi merokok.Keputusan tersebut menimbulkan pro dan kontra. Sosiolog Universitas Indonesia (UI) Imam B Prasodjo geram dengan para pengusaha rokok. Dalam Pembukaan UUD 1945, tertera ‘negara melindungi segenap bangsa Indonesia dan seluruh tumpah darah Indonesia’.”Yang dimaksud melindungi itu termasuk melindungi kesehatan rakyatnya. Siapapun yang mengizinkan peredaran bebas senjata pembunuh massal ini (rokok), itu adalah pelanggaran konstitusi,” tukas Imam.
Justeru keputusan ini ditentang oleh MUI Kudus. Alasannya, dampak sosial apabila rokok diharamkan bagi masyarakat Kudus sangat keras. Karena, setengah penduduk Kudus tergantung dengan rokok. Ada 120 ribu dari 700 ribu jiwa yang bekerja sebagai petani tembakau dan di pabrik-pabrik rokok. “Makruh saja sudah cukup,” kata Ketua MUI Kudus, M Syafiq Nashan.
Terlepas dari dua pendapat di atas, menurut Dr Yusuf Qardhawi dalam bukunya Halal-Haram dalam Islam menyatakan dengan tegas hukum merokok adalah haram. Dalam Islam, seorang muslim tidak boleh mengkonsumsi makanan yang mengandung racun. Atau dalam waktu jangka tertentu dapat membahayakan kesehatan tubuhnya. Sebab seorang muslim bukanlah miliknya sendiri. Ia adalah milik umat dan agamanya. Kehidupan, kesehatan, harta dan segala nikmat Allah adalah titipan. Karena itula tidak boleh mengabaikan. Sesuai surat An Nisa 29; ”Dan janganlah kalian membunuh diri kalian sendiri. Sesungguhnya Allah sangat kasih terhadap kalian.”
”Dan janganlah kalian mencampakkan diri ke dalam kebinasaan.” (Al Baqarah 195). Dan dalam  hadits disebutkan ”Tidak bolah ada kamadharatan dan tidak pula yang memadharatkan (H.R Ahmad dan Ibnu Majah). Sesuai dengan prinsip ini, maka seharusnya hukum merokok adalah haram bukan haram dalam kondisi tertentu. (***)

4 Tanggapan

  1. fatwa MUI = syunami = BENCANA NASIONAL…
    untuk ulama-ulama NU dan Muhammadyah cepat-cepatlah mengambil sikap untuk menyelamatkan ummat sebelum MUI ini menjadi alat kepentingan pribadi dan golongan..
    baca: aanpiyut.wordpress.com

  2. Sebenarnya…haram gak nya rokok tergantung dari implementasi di lapagan, misal : Peraturan HARAM merokok untuk anak2 di bawah umur sangat pas. peraturan HARAM merokok unutk ibu2 / wanita hamil sangat pas .

    jadi Bagaimana bisa dikatakan MAKRUH pada awalnya dan pada akhirnya dikatakan HARAM ????

    berarti Guru Mengaji kita dari dulu udah dapat dosa nya donk, ngajarin yg salah ke murid nya ???

  3. waduh………halal atau haramkan ada ilmunya, ilmu dasarnya kitab suci. nah kitab sucikan firman Allah, tapi kenapa ulama berani menyatakan ini haram-itu haram, apakah kewenangan tuhan telah di gusur oleh ulama?

    trus kenapa yang haram merokok hanya berlaku bagi anak2 dan wanita hamil?…….. padahal kalo ada orang zina, ada orang mabok, itu haram dan berlaku secara keseluruhan tidak seperti “haram”nya merokok ulama!!!!!!!! ngapunten mas aries

  4. ya jelaslah merokok tu haram…bayangkan bahaya yang ditimbulkan bagi kesehatan. Merokok = makan racun alias bunuh diri pelan-pelan.. ULAMA YANG TEGAS DONG…

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: