Kembalinya Radio Dakwah

DAKWAH bukan hanya dilakukan di atas mimbar. Dakwah bukan hanya berceramah di depan publik. Pada era globalisasi ini dakwah dapat dilakukan dengan berbagai cara. Inilah konsep yang harus dikembangkan saat ini.

Gedung Radio Hang FM setelah kebakaran

Gedung Radio Hang FM setelah kebakaran

Masih banyak masyarakat memahami dakwah dengan cara berceramah di atas. Padahal dengan segala profesi yang kita jalani, itu pun sebagai jalan dakwah. Seseorang yang berprofesi sebagai nelayan dapat berdakwah dengan profesinya yakni mencukupi kebutuhan masyarakat sekaligus para pendakwah akan kebutuhan ikan tadi. Seorang guru adalah pendakwah. Yakni membangun pola pikir dan pola prilaku agar anak bangsa dapat menjadi masyarakat yang berguna. Dalam bidang usaha yang dilaksanakan juga merupakan sarana dakwah. Baik itu di bidang perdagangan, pendidikan, kesehatan maupun jasa sebagai sarana dakwah. Media cetak media elektronik seperti radio dan televisi merupakan sarana dakwah. Di bidang media cetak sudah banyak berbagai buletin yang tersebar di masjid merupakan sarana dakwah. Radio dan televisi dapat berperan dalam menjalankan dakwah. Radio yang menjalankan fungsinya sebagai media dakwah adalah Radio Hang FM. Radio yang terletak di gedung My Mart – Batam Centre ini dapat tumbuh dengan baik dan memiliki segmen pendengar yang konsen terhadap media dakwah. Sejak mulai pada tahun 2002, Radio Hang memiliki perjalanan yang beraneka ragam. Salah satunya adalah hilangnya siaran radio yang tak menyiarkan musik pada tahun 2008. Penyebabnya studio radio tersebut hangus terbakar pada saat lebaran idul fitri. Seluruh gedung dan isinya habis terbakar. Guna membackup siaran, radio Hang memindahkan studionya ke Batuaji. Namun, ini pun membuat para pendengar setia Hang kehilangan siaran.

Radio Hang kembali beroperasi setelah vakum selama dua bulan

Radio Hang kembali beroperasi setelah vakum selama dua bulan

Sehingga, dalam tempo dua bulan terkumpul dana dari para pendengar setia agar Radio Hang dapat siaran kembali. Namun, tak disangka bantuan tersebut mampu mengubah radio Hang lebih bagus. Baik dari segi gedungnya, peralatannya maupun daya pancarnya yang mencapai dua kali lipat dari sebelumnya. Bahkan, untuk menutupi biaya operasional yang cukup besar karena tidak mungkin hanya mengharapkan iklan, Radio Hang memiliki rumah produksi yang menghasilkan cakram padat ceramah-ceramah yang diadakan oleh Radio Hang. Selanjutnya, cakram padat ini dijual kepada para jemaah daurah yang rutin diadakan radio Hang di berbagai daerah di Provinsi Kepri.

Kunjungan KPID di Radio Hang

Kunjungan KPID di Radio Hang

Selain itu, di tempat yang sama terdapat toko buku yang lebih besar dan koleksinya lebih banyak dari sebelumnya. Toko buku tentang Islam ini pun bukan hanya dikunjungi oleh masyarakat Batam dan sekitarnya melainkan juga dikunjungi oleh warga Singapura dan Johor Bahru. Jadi, Radio Hang dan usaha di sekitarnya merupakan bentuk dakwah yang membawa dampak positif bagi masyarakat. (***)

2 Tanggapan

  1. Baarakallahu Fiik.
    Kapan di Batam ada Televisi dakwah ya pak ?

  2. Assalamualaikum WR WB, Aris pa kabar? wah makin asyik aja ngeblognya, o ya tukeran link ya ris? pasang lah link blog aku di blogrollmu, he he blogmu sudah aku link di blog aku

    xocu

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: