Sertifikat yang Tak Kunjung Dapat

KETERLAMBATAN penyerahan sertifikat kembali terjadi. Kali ini menimpa Soediarto Kasidin. Warga Legenda Avenue – Legenda Malaka Batam Centre ini membeli sebuah rumah tipe 38/90 dengan cara tunai pada Bulan November 2006. Pihak penjual yakni PT Garama memberikan kwintansi bermaterai.

Inilah surat pernyataan dari developer Garama group kepada konsumen

Inilah surat pernyataan dari developer Garama group kepada konsumen

Saat proses pembelian hingga pertengahan tahun 2008 pihak Garama belum memberikan sertifikat rumah yang seharusnya sudah berada di tangan konsumen. Selanjutnya, pihak Garam memberi surat pernyataan kepada pihak konsumen jika terjadi keterlambatan penyerahan sertifikat terhitung surat pernyataan ditandatangani maka pihak Garama akan memberi kompensasi kepada pihak konsumen sebanyak Rp100.000 (seratus ribu rupiah) per hari.
Surat tersebut dibubuhi tanda tangan Direktur-nya (Bpk.Jani) diatas materai tertanggal 24 Maret 2008 dan diketahui cap notaris Ibu Shinta.
Namun, pada saat konsumen kembali datang pada pihak Garama pada 24 Juni 2008, belum ada pemberian kompensasi kepada konsumen.
Akhir Desember 2008, konsumen  menelpon dan mendatangi kantor Garama, tetapi akhirnya konsumen harus ke kantor Pemasaran ruko Legenda Junction di Mega Legenda.Disana. ”Saya cuma mendapatkan informasi bahwa person in charge yang mengurus masalah ini sedang cuti, jadi saya di minta menunggu Ibu Rini kembali masuk kantor,” jelas Soediarto.

halaman belakang surat pernyataan tersebut

halaman belakang surat pernyataan tersebut

Konsumen pun meninggalkan foto copy surat pernyataan dan catatan bahwa pembayaran kompensasi sudah jatuh tempo dan mereka harus menjelaskan ke konsumen tata cara pengambilan kompensasi nya.”Saya juga ada meninggalkan kartu nama saya, jadi berharap bisa segera di hubungi,” paparnya.
Namun hingga saat ini pembayaran kompensasi belum dilaksanakan oleh pihak Garama.  (***)

Satu Tanggapan

  1. memang harus hati-hati urusan dg pihak garama, konon kudengar bossnya dia lagi nyaleg jadi anggota DPR RI, pastinya perlu biaya cukup besar. waspada ajalah agar konsumen tidak jadi tumbal, kalo beliau berhasil ya syukur tapi kalo gagal masa konsumen perusahaannya harus terseret susah juga.
    rasanya masalah ini bukan kali pertama terjadi, beberapa waktu yang lalu, kasus mirip pernah terjadi tapi dari group perusahaan lain, lalu bberapa kasus di kota medan-pun pernah kudengar, semua intinya adalah kelalaian dari pucuk pimpinan group perusahaan yang berasal dari keluarga besar, mudsah-mudahan janghan ada korban lagi ya…

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: