Genset untuk Muslim Pulau Kubung-Batam

WAJAH Ainur Rofiq ketakutan bagai daun putri malu yang tersentuh tangan ketika rombongan kami dari Panasonic dan Yayasan Lembaga Konsumen tiba di Telaga Punggur. Hari itu, 25 Desember bertepatan dengan hari Natal, 182 anggota majelis taklim dari PT Panasonic Muka Kuning memberi bantuan berupa genset untuk mushola pulau Kubung.

Genset untuk muslim Kubung

GENSET : Ketua Majelis Taklim PT Panasonic, Sony Faisal (kiri) menyerahkan peralatan genset kepada Ainur Rofiq, da'i Pulau Kubung, Kamis (25/12/08).

”Tak usah khawatir,” hiburku. Da’i yang ditugaskan membina umat Islam di Pulau Kubung ini pun masih gemetar. Padahal sehari sebelumnya, setelah mendapat kabar bahwa pria yang berpostur 149 cm ini mendapat ancaman dari ketua RT atas kedatangan kami, saya langsung nelpon Ketua Lembaga Adat Melayu (LAM) Kota Batam.
”Kami dihadang oleh Ketua RT Pulau Kubung,” jelasku kepada Imran AZ. Lelaki yang kebetulan istrinya sakit dan menjalani perawatan di rumah sakit Johor Baru ini pun segera menghubungi koleganya yang berkaitan dengan pulau Kubung dan ia pun berjanji akan membereskan soal ini.
Soleh, anggota LAZ Masjid Raya yang menelpon tentang perihal ini pun kukatakan bahwa rencana penyerahan genset tetap di pulau Kubung bukan di pulau Air Mas.Bahkan, Ketua Yayasan Lembaga Konsumen Muslim Batam, Imbalo Iman Sakti juga menelpon Kapolpos pulau Ngenang dan sekitarnya.
Empat speed boat membelah perairan Telaga Punggur, bagaikan ikan lumba-lumba bekejar-kejaran menuju garis finish di pulau Kubung. Pelantar di pulau tersebut masih segar baru dicat. Maklum menyambut Natal dilakukan pengecatan pelantar. Dari 80 kk di pulau tersebut hanya 6 (enam) kk yang masih memeluk agama Islam. Lainnya telah berpindah agama.
Untuk menghindari hal yang tidak diinginkan maka penyerahan genset dilakukan di lapangan bola bukan di mushola yang terdapat di depan gereja.
Kapolpos Pulau Ngenang yang membawahi pulau Kubung pun menyambut kami. Bahkan acara penyerahan genset yang dilakukan di ruangan terbuka ini cukup tertib dan lancar.”Maafkan kami jika penyambutan kami kurang sempurna,” begitu sambutan da’i pulau Kubung yang berasal dari Pulau Bawean – Gresik ini.
Dengan adanya bantuan genset yang diserahkan Ketua Majelis Taklim Panasonic, Sony Faisal ini diharapkan dapat membantu warga dalam mendalami ilmu agama. Mengingat, warga Islam yang tersisa ini perlu dilakukan pembinaan secara terus menerus agar mereka tetap berpegang teguh pada aqidah agama.
Sebelum melanjutkan perjalanan, sebagian pengurus majelis taklim mengunjungi mushola Al Hikmah yang terletak di depan gereja. Antara bangunan gereja dan mushola bagaikan sebuah mall dan sebuah warung di pasar. Gereja dengan bangunan permanen batu bata dan luanya mencapai 300 meter persegi ini tidak sebanding dengan mushola yang hanya 30 meter persegi itu pun bangunannya dari kayu yang terletak di atas laut.
Namun demikian, diharapkan perjuangan tetap dilanjutkan. ”Ini seperti halnya yang terjadi di daerah Jogjakarta, mereka pindah agama karena satu dus Indomie,” begitu komentar karyawan Panasonic setelah melihat pulau yang hanya lima menit perjalanan dari Telagapunggur. Semoga perjuangan terus dilanjutkan. (*)

2 Tanggapan

  1. Selamat berjuang Mas Aries!!!

  2. Kita harus menunjukkan bahwa islam itu baik dan benar.

    http://iwanmalik.wordpress.com
    Imfo Pendidikan & Wirausaha

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: