Pesta Pora Malam Tahun Baru

DALAM menggelar Peringatan tahun baru, Pemerintah Kota Batam seharusnya harus memperhatikan warga yang kurang mampu dan lebih berbuat hal yang bermanfaat bagi umat dari pada hanya berpesta pora dalam satu malam. Peringatan tahun baru 2009, kembali dilaksanakan dengan berbagai acara. Dalam situs resmi pemerintah kota (pemko) Batam, pada Rabu (31/12) malam dilaksanakan pesta kembang api. Seperti tahun lalu, pesta kembang api ini bisa disaksikan gratis seluruh warga Batam. Acara yang khusus digelar secara massal dengan memadukan seni dan budaya Melayu dengan budaya lainnya di Indonesia seperti hiburan musik dangdut yang dibawakan artis-artis Ibukota.
Koordinator acara Kenduri Akhir Tahun,Buralimar, menyampaikan puncak rangkaian acara akan ditandai dengan pesta kembang api dan semarak senandung Melayu Bendendang serta penampilan pedangdut kawakan ditanah air.
Kembang api yang akan diluncurkan nanti durasinya minimal sama dengan tahun lalu, sekitar 15 menit. Pelepasannya akan dilakukan Wali Kota Batam dan unsur Muspida lainnya tepat pada detik pergantian tahun.
Pada tahun lalu, pesta kembang api ini menghabiskan dana Rp150.000.000 (seratus lima puluh juta). Ini belum biaya berbagai acara kegiatan lainnya.
Di satu sisi, mungkin acara yang diselanggarakan pemko Batam akan menarik para wisatawan yang ingin merayakan tahun baru di Batam. Namun, hingga tulisan ini dibuat belum ada kajian berapa jumlah wisatawan yang datang ke Batam dalam rangka merayakan tahun baru 2009.
Toh, negara jiran seperti Singapura dan Malaysia juga mengadakan acara yang sama. Seharusnya, Batam membuat acara yang berbeda. Jika di Singapura mengadakan pesta kembang api dengan berbagai acara hiburan lainnya (demikian juga acara televisi) maka seharusnya di Batam diadakan pengajian akbar atau mendatangkan penceramah berkualitas dalam menyambut pergantian tahun baru. Meskipun ini dilakukan pada saat pergantian tahun baru Islam, namun sebaiknya acara ini digelar sampai pergantian tahun.
Alasan penulis, Batam tidak akan mampu menandingi Singapura dalam mengadakan pesta pergantian tahun baru dalam pola acara yang sama. Kedua, dengan mengadakan acara yang berbeda dan lebih memilih acara yang jauh dari hura-hura maka Batam akan dilirik oleh wisatawan muslim dari Singapura atau lainnya yang tidak mau menghabiskan malam tahun baru dengan pesta pora.
Selanjutnya, Batam sebagai bumi melayu dapat merenung dan mengambil hikmah makna pergantian tahun baru.
Bersabda Rasulullah Shalallahu ‘alaihi wassalam : Barangsiapa yang menyerupai satu satu kaum, maka ia telah menjadi golongan mereka”. HR Ahmad, Abu Daud dan at Tabrani.
Dari hadits di atas telah jelas bahwa umat Islam tidak boleh berprilaku sama atau menyerupai dengan kaum lain seperti halnya merayakan tahun baru masehi.
Selain itu, Islam mengajarkan bahwa hari ini harus lebih baik dari kemarin. Dan mengambil hikmah tahun baru maka tahun ini harus lebih baik dari tahun kemarin. (***)

2 Tanggapan

  1. Alangkah lebih bermanfaat dan bernilai ibadah jika dan ahura-hura yang tidak akan meninggalkan bekas ini di manfaatkan untuk membantu saudara-saudara kita sesama muslim di palestina yang sedang kelaparan dan kesakitan akibat ulah zionis Israel laknatullaahi ‘alaihim.

  2. Ngga pantaslah kita sebagai seorang muslim ikut bersuka ria merayakan hari raya ummat agama lain, tragisnya di saat muslimin dalam perjuanagn antara hidup dan mati dibawah lontaran kembang api rudak rudak israel

    http://umairbatam.wordpress.com/2008/12/31/senang-diatas-duka-di-tahun-baru-tegakah

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: