Belanja pada Pengusaha Muslim

UMAT Islam belum banyak menyadari pentingnya belanja pada pengusaha muslim. Mereka hanya melihat pada harga yang ditawarkan atau tempat penjualan yang ber-ac atau memiliki aksesoris yang warna-warni dan menarik.
Padahal dengan berbelanja pada pengusaha non muslim jelas keuntungan yang diperoleh oleh pengusaha tersebut tidak akan mengalir ke masjid. Apalagi pada panti asuhan yang dibina oleh lembaga Islam.

Kita ingat pada pelaksanaan Batam Festival Persahabatan & Kesembuhan yang dilaksanakan di Stadion Tumenggung Abdul Jamal pada tanggal 12 – 14 November 2008. Ternyata, berdasarkan informasi yang diterima Buletin Jumat dana yang dianggarkan dalam acara tersebut mencapai Rp900.000.000 (sembilan ratus juta rupiah). Dengan perincian Rp200.000.000 (dua ratus juta rupiah) ditanggung oleh KKR Batam dan sisanya dari luar Batam. Dari Rp200.000.000 (dua ratus juta rupiah) tersebut disumbang oleh pengusaha rumah makan di Batam.
Jadi jika umat Islam makan atau menggelar acara di tempat tersebut maka mereka juga ikut andil dalam kegiatan yang dapat berakibat pemurtadan bagi umat Islam. ‘’Apakah ini yang kita inginkan,’’ tanya Ketua Lembaga Adat Melayu (LAM) Imran AZ menanggapi informasi ini.
Imran juga menyayangkan banyaknya umat Islam yang belanja di pengusaha non muslim. Dan hal ini diperparah lagi dengan adanya kehadiran calon anggota legislatif (caleg) muslim yang hadir pada acara tersebut. ‘’Kita juga mengimbau kepada masyarakat untuk memilih caleg yang benar-benar membela panji-panji Islam. Jangan dijadikan Islam sebagai komoditas politik saja,’’ serunya.
Mantan Ketua Himpunan Pengusaha Minyak dan Gas (Hiswanamigas) ini menambahkan, umat Islam harus bersatu padu menghadapi serangan-serangan yang menggoyahkan aqidah umat Islam. ‘’Pemerintah selaku umara, ulama dan tokoh masyarakat bersama-sama menjaga bumi melayu ini dari serangan pihak luar. Terutama dari ancaman kristenisasi,’’ tegasnya.
Sebab, katanya, Melayu identik dengan Islam. Jadi apa pun etnisnya, jika seorang muslim atau muslimah maka dikatakan melayu.
Pada kesempatan terpisah, Ketua Yayasan Lembaga Konsumen Muslim Batam (YLKM-B) mengimbau kepada masyarakat selain berbelanja pada pengusaha muslim, juga makan di rumah makan yang telah memiliki sertifikat halal. ‘’Masih banyak dijumpai acara buka puasa bersama di adakan di tempat yang belum memiliki sertifikat halal,’’ sesal pria yang sedang melaksanakan ibadah haji ini.
Sementara, menanggapi pelaksanaan Batam Ferstival Persahabatan & Kesembuhan, Kepala Kantor Departemen Agama (Kandepag) Kota Batam, Khudri Syam menyatakan Kandepag hanya memberikan saran kepada panita Batam Festival Persahabatan & Kesembuhan untuk melakukan pengurusan perizinan ke Kanwil Kepri, karena Kandepag Kota Batam tidak memiliki wewenang itu. ‘’Dan Kanwil pun hanya meneruskan dan menyarankan kepada panitia untuk mengurus di tingkat pusat,’’ ujar Kakanwil Depag Kepri Rajali Jaya pada saat itu.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: