Akhirnya Sengketa Konsumen Itu Berakhir

AKHIRNYA, sengketa konsumen tentang pembelian spring bed tersebut dapat diselesaikan. Pelaku usaha telah mengembalikan uang sejumlah Rp2.700.000 (Dua Juta Tujuh Ratus Ribu Rupiah)  dalam bentuk giro dan mengambil barang yang telah dijualnya pada Sabtu (15/11).

Hal ini sesuai dengan tuntutan konsumen melalui surat Yayasan Lembaga Konsumen Muslim Batam (YLKMB) kepada pengelola Central Furniture pak Akiang tertanggal 11 November 2008.
Pada tulisan sebelumnya telah dijelaskan telah terjadi sengketa konsumen antara Zul Arif dengan pengelola Central Furniture Pak Akiang. Zul Arif membeli spring bed dengan ukuran King. Tapi ukuran itu ternyata tidak sesuai dengan tempat tidurnya. Sehingga pihak penjual berjanji untuk menukar spring bed tersebut dengan ukuran yang sesuai. Namun setelah satu setengah bulan sejak transaksi dilaksanakan yakni pada tanggal 27-09-2008 belum ada penyelesaian.
Menurut Arif, jika pelaku usaha tidak korporatif, maka pihaknya telah menyiapkan gugatan kepada pelaku usaha. ’’Saya tadi menjemput kawan saya, pengacara dari Medan. Dan ia menyatakan siap untuk melakukan gugatan jika pelaku usaha tidak koorperatif,’’ ujarnya di ujung telepon.
Berdasarkan penilitian YLKMB, pelaku usaha telah jelas melanggar UU No 8 tahun 1999 tentang Perlindungan Konsumen. Terutama perihal klausula baku yang termuat dalam pasal 18 yang isinya.
(1). Pelaku usaha dalam menawarkan barang dan/atau jasa yang ditujukan untuk diperdagangkan dilarang membuat atau mencantuman klausula baku pada setiap dokumen dan/atau perjanjian apabila :
a. menyertakan pengalihan tanggung jawab pelaku usaha;
b. menyatakan bahwa pelaku usaha berhak menolak penyerahan kembali barang yang dibeli kosumen;
c. menyatakanbahwa pelaku usaha berhak menolak penyerahan kembali uang yang dibayarkan atas barang dan/atau jasa yang dibeli oleh konsumen;
Adapun pelanggaran atas pasal ini sesuai dengan dengan Pasal 62 ayat satu pelaku usaha dapat dikenakan hukuman pidana dengan pidana penjara paling lama 5 (lima) tahun atau pidana denda paling banyak Rp 2.000.000.000,00 (dua miliar rupiah). (*)

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: