Tantangan untuk Umat Islam

DI TENGAH rintik hujan, saya dan kawan dari perusahaan advertising, Bombom meluncur ke stadion Temenggung Abdul Jamal. Tujuannya satu, memantau pelaksanaan Batam Festival yang diisi oleh Peter Youngren dari tanggal 12 – 14 November 2008 di Lapangan Tumenggung pada hari pertama.
Dalam komentar tulisan Muslim Penderita Rabun Hampir murtad yang dikirim oleh Adi menyatakan Sejak sebulan lalu, promosi kedatangan Peter sudah ada di tiap simpang jalan dengan ukuran besar sehingga seluruh penduduk kota pernah melihat dan membacanya. Yang berjudul Festival Persahabatan untuk menyembuhkan segala penyakit dan terbuka untuk umum. Dan memang di iklan itu tidak ada tanda kalau acara tersebut untuk kalangan Kristiani tapi terbuka untuk umum.
Ini mengundang kemarahan umat muslim dan mereka membuat spanduk tandingan yang berisi larangan untuk umat muslim menghadiri acara tersebut. Dan isinya cukup mengerikan dengan warna merah seperti tulisan horor. Isinya bila sesiapa umat muslim yang menghadiri acara tersebut akan dianggap murtad.
Terserah lah mereka buat apa, yang jelas umat muslim ada banyak yang menghadiri acara tersebut di hari pertama kemarin.
Dan Tuhan sungguh mulia ada beberapa dari umat muslim yang sembuh berkat doa dan mereka buat kesaksian di panggung. Ada seorang ibu yang berjilbab kena stroke dengan badan yang sehat melompat-lompat di atas.
Ada banyak yang sembuh di hari pertama yang walaupun hujan sangat deras tapi tidak menyurutkan semangat orang. Mereka rela kehujanan demi menyaksikan kemuliaan Tuhan.
Padahal, hasil pantauan kami, seorang ibu yang kena stroke itu bukan berjilbab melainkan hanya mengenakan tutup kepala. Dan saya yakin bahwa ibu tersebut bukan seorang muslimah jika dilihat dari prilakunya dan bentuk wajahnya.
Selain itu, sedikit kaum mereka yang terjun ke lapangan saat hujan. Mereka lebih banyak di tribun.
Namun, komentar yang dikirim ke kami ini menunjukan bahwa kaum Kristiani telah terang-terangngan menantang umat Islam khususnya di Batam – Bumi Melayu ini. Apalagi mereka menyatakan terserah mereka (kaum muslim) berbuat apa.
Padahal, dalam spanduk hanya menyatakan peringatan bagi kaum Muslim agar tidak menghadiri acara tersebut karena akan berdampak murtad bagi yang menghadirinya. Dengan peristiwa ini kaum muslim harus merapatkan barisan untuk memperjuangkan aqidah Islam. Allahhu Akbar !!!

Satu Tanggapan

  1. wihdatul ummat ? bagaimana caranya ? sedangkan ummat , baik ulama ataupun orang awam-nya islam saling hujat , stop menyudutkan golongan lain yang berbeda pendapat dari golongan kita. lakukan dialog dengan sehat lintas golongan. cari akar permasalahan dari timbulnya perpecahan , ayo bersatu !!

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: