Pelaku Usaha Langgar Klausula Baku

SEKALI lagi, pelanggaran tentang UU No 8 Tahun 1999 tentang Perlindungan Konsumen terjadi. Pada Selasa (11/11) sore sekitar pukul 16.00 wib, Yayasan Lembaga Konsumen Muslim Batam (YLKMB) menerima pengaduan dari Drs Zul Arif. Intinya pelaku usaha melakukan pelanggaran yang tertera pada undang-undang Perlindungan Konsumen yakni klausula baku. Kronologisnya sebagai berikut;
•Pada Sabtu,  27-09-2008 telah terjadi transaksi antara konsumen yang bernama Drs Zul Arif dan Central Furniture spring bed dengan merk Angel Dream dengan ukuran King seharga Rp.2.700.000 (Dua Juta Tujuh Ratus Ribu Rupiah). Setelah pengantaran barang dan pembayaran lunas di rumah konsumen yang disebutkan di atas ternyata spring bed tersebut tidak muat dengan tempat tidur konsumen dalam arti kebesaran. Pada saat itu juga yakni pukul 20.00 wib konsumen menghubungi nomor telepon yang tertera dalam bon, namun tidak ada jawaban.
•Pada Minggu, 28-09-2008 pukul 18.30 wib konsumen menelpon pelaku usaha di nomor 07787935566, dan konsumen pun mengadukan hal ini kepada pelaku usaha dan jawaban pelaku usaha menjanjikan penukaran spring bed yang dibeli yakni dengan ukuran 180×190 cm dalam waktu satu minggu. Dan pelaku usaha meminta konsumen untuk menjaga barang yang dibeli agar tidak dipakai atau rusak.
•Pada hari Jumat, 17-10-2008 konsumen menelpon kembali pada nomor yang sama dan mendapat jawaban dari Pak Akiang bahwa barang akan datang dalam jangka waktu satu atau dua minggu.
•Pada Sabtu, 25 Oktober 2008 konsumen langsung mendatangi Central Furniture yang terletak di BCS Mall dan jawaban pak Akiang juga sama barang sudah diorder dan pasti ada. Keterlambatan disebabkan karena faktor cuaca.
•Pada Sabtu, 1 Mei 2008 konsumen menelpon pada nomor yang sama dan jawabannya juga sama, barang akan masuk satu minggu lagi karena terkendala bea cukai.
Setelah dilakukan pengecekan dalam nota itu disebutkan barang yang sudah dibeli tidak dapat ditukar atau dikembalikan. Dan ini jelas melanggar UU Perlindungan Konsumen. Dan ancaman hukuman seusai dengan Pasal 62 yakni
(1) Pelaku usaha yang melanggar ketentuan sebagaimana dimaksud dalam Pasal 8, Pasal 9,Pasal 10, Pasal 13 ayat (2), Pasa! 15, Pasal 17 ayat (1) huruf a, huruf b, huruf c, huruf e, ayat (2), dan Pasal 18 dipidana dengan pidana penjara paling lama 5 (lima) tahun atau pidana denda paling banyak Rp 2.000.000.000,00 (dua miliar rupiah).
Masih berani melanggar?  (***)

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: