Monopoli ATB yang Merugikan Konsumen Air

KOMISI Pengawas Persaingan Usaha (KPPU) menghukum PT Adhya Tirta Batam (ATB) dengan membayar denda Rp2 miliar. Selain itu ATB juga diminta untuk mencabut kebijakan penghentian sambungan meteran air baru untuk masyarakat Batam.
Berdasarkan alat bukti dan fakta, KPPU menilai ATB secara sah dan meyakinkan melanggar pasal 17 Undang-Undang Nomor 5 Tahun 1999 tentang Larangan Praktek Monopoli dan Persaingan Usaha Tidak Sehat.
Sidang putusan perkara No11/KPPU/-L/2008 dibacakan Senin (13/10), di Kantor KPPU Jakarta.
Sidang Putusan tersebut diketuai oleh Nawir Messi, dengan anggota Sukarni, dan Dedie Martadisastra.
Perkara ATB berawal dari laporan ke KPPU Batam. Kemudian lembaga independen ini melakukan pemeriksaan pendahuluan yang dilakukan 5 Maret-18 April 2008. Lalu dilanjutkan hingga perpanjangan pemeriksaan lanjutan sampai dengan 25 Agustus 2008.
Dalam perkara ini, KPPU menyatakan terdapat kerugian masyarakat sebagai akibat penghentian sambungan meteran air baru yang dilakukan ATB.
Berdasarkan hasil pemeriksaan, majelis hakim memandang tujuh aspek. Diantaranya, aspek formil, materiil, kewenangan pemerintah daerah dalam pengelolaan air bersih, aspek keseimbangan antara pemegang saham dengan kepentingan umum, perubahan peraturan perundang-undangan, perbedaan jumlah penduduk dalam masterplan, dan terakhir rekomendasi terhadap komisi.
Dari aspek materiil majelis memandang diantaranya,
• Bahwa pasar bersangkutan pada perkara ini adalah pengelolaan air bersih untuk kebutuhan konsumen dalam batas-batas Pulau Batam yang dilakukan oleh PT. ATB;
• Bahwa Majelis menyimpulkan tindakan PT. ATB yang melakukan penghentian sambungan baru tidak dapat ditafsirkan sebagai bentuk tindakan yang mengacu pada isi Perjanjian Konsesi;
• Bahwa Majelis Komis menyimpulkan PT. ATB melakukan praktek monopoli, dengan salah satu bukti adanya surat yang menyatakan PT. ATB akan melakukan penghentian sambungan baru, yakni Surat Nomor: L/110/ATB/BID/PD/VII/07, tertanggal 16 Juli 2007 dan Surat Nomor L/129/ATB-BID/PD/IX/07, tanggal 11 September 2007 yang ditujukan kepada Otorita Batam.
Berdasarkan keputusan KPPU ini, maka KPPU bukan hanya melindungi kepentingan dunia usaha melainkan juga melindungi konsumen. Jika dibandingkan dengan UU No 8 tahun 1999, terdapat beberapa aspek keputusan KPPU ini sesuai dengan UU Perlindungan Konsumen.
Dalam pasal 4 ayat g disebutkan hak konsumen adalah hak untuk diperlakukan atau dilayani secara benar dan jujur serta tidak diskriminatif; dan ini juga dipertegas dalam pasal 7 ayat c yang menyatakan kewajiban pelaku usaha adalah: memperlakukan atau melayani konsumen secara benar dan jujur serta tidak diskriminatif.
Jadi bukti adanya surat PT ATB yang menyatakan ATB akan menghentikan sambungan baru merupakan tindakan diskriminatif yang tidak sesuai dengan Undang-undang Perlindungan Konsumen.
Selanjutnya, dalam konsensus yang dilakukan oleh Otorita Batam dan PT ATB ternyata melanggar Undang-undang Nomor 7 Tahun 2004 tentang Sumber Daya Air. Sebab pengelolaan air menurut undang-undang ini berada di tangan pemerintah daerah. Dan hal ini juga dipertegas dalam Undang-undang Nomor 32 Tahun 2004 tentang Pemerintahan Daerah.
Menilik dalam perjanjian konsensi pasal 12.2 antara PT ATB dan Otorita Batam disebutkan Perusahaan Konsesi wajib mengenai segala hal mematuhi ketentuan undang-undang dan peraturan perundang-undangan yang berlaku sehubungan dengan pelaksanaan kewajiban-kewajibannya berdasarkan perjanjian ini dan Perusahaan Konsesi bertanggung jawab penuh atas semua denda, sanksi dan segala akibat hukum yang timbul karena terjadinya pelanggaran atas ketentuan-ketentuan tersebut.
Mengacu pada UU Sumber Daya Air maka Pemerintah Kabupaten atau Kota berkewajiban memenuhi kebutuhan pokok minimal sehari-hari atas air bagi masyarakat di wilayahnya. Jadi, jika kebutuhan masyarakat atas air tidak dapat terpenuhi maka pemerintah mempunyai kewajiban untuk memenuhinya. Jadi kesimpulannya keputusan KPPU atas PT ATB jelas melindungi kepentingan masyarakat. (*)

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: