Membangun Musholla di Tengah ’’Gempuran’’ Misionaris

PULAU Kubung masuk wilayah kelurahan Ngenang, kecamatan Nongsa Kota Batam Provinsi Kepulauan Riau. Letaknya hanya sepuluh menit dari Telaga Punggur. Dari segi letak geografis dan sejarahnya, pulau ini masih terletak di bumi melayu.

Bumi melayu identik dengan Islam. Namun, apa yang terjadi? di Pulau Kubung menjadi sasaran kaum misionaris.

Di Pulau tersebut telah berdiri gereja yang megah namanya Pondok Anugrah. Bukan hanya itu, dari 50 Kepala Keluarga, hanya 6 KK yang beragama Islam. Ironisnya, belum ada musholla di sana. Bandingkan dengan gereja yang berdiri megah di sana.

Setelah melakukan beberapa kali kunjungan di pulau tersebut bersama dengan LAZ Masjid Raya dan KUA setempat, akhirnya diperoleh suatu keputusan untuk membangun mushola di sana.

Tapi apa yang terjadi? Masyarakat di sana mempersulit pembangunan mushola di daratan. Mereka meminta adanya SKB dua menteri tentang pembangunan rumah ibadah.

Akhirnya, masyarakat di sana yang dibantu oleh sumbangan donatur dan dimotori Ainur Rofiq membangun mushola di atas pantai. ‘’Rumah di atas pantai kami beli dan dirombak sebagai mushola agar masyarakat dapat menjalankan ibadah. Terutama shalat tarawih,’’ ujar Ainur kepada Buletin Jumat.

Ainur Rofiq dulunya adalah penjaga peternakan babi di sana. Semenjak kunjungan kami, pria asal Bawean-Jawa Timur ini meninggalkan pekerjaan dan beralih menjadi dai di sana. Maklum, pria yang beristri wanita setempat tersebut adalah lulusan Aliyah di Gresik – Jawa Timur.

Jadi pucuk dicinta ulam pun tiba. Masyarakat pulau Kubung yang kekurangan dai akhirnya mendapatkannya. Selain itu, pembangunan mushola juga berlanjut dan perjuangan untuk membangun musholla di darat pun masih terus berlanjut.

Pada pekan pertama Ramadhan, Ainur Rofiq pun berjumpa dengan Ketua Lembaga Adat Melayu (LAM), Datuk Imran AZ di kediamannya.

Ainur Rafiq bercerita kepada Datuk Imran AZ, sekarang dah ada tiang penyanggah untuk mendirikan Mushalla, tidak di darat tapi di atas laut, dibeli seharga 3 juta, Mushalla belum dapat di tempati, rencana semula di bulan Ramadhan ni nak sholat taraweh di situ, ”Insyaallah pertengahan ramadhan ni dah boleh dipakai untuk sholat taraweh ” ujar Rafiq.

”Meskipun belum dapat ditempati untuk shalat, tetapi disitu dah bermukim sepasang suami isteri yang baru memeluk agama Islam,” kata Rafiq lagi sebelum Ramadhan mereka dinikah masalkan di Batam.

 Jadi bertambahlah penduduk pulau Kubung yang muslim, Datuk Imran AZ berjanji, akan mencarikan tapak untuk mushalla di darat, Ateng yang menguasai seluruh lokasi tanah di pulau itu, telah dihubungi. (***)

 

 

 

 

2 Tanggapan

  1. Ayo saya dukung terus untuk mempertahankan Islam.
    Semoga Allah selalu memberikan pertolongan Nya.

    Ayo Usaha!
    EdyK

  2. waktu baksos ke Pulau Ngenang dari HMI Cabang Batam kemaren, kami cume numpang lewat saje di pPulau Kubung. tp dengar cerite memang katenye orang melayu dah larat disane, tak berpegang dengan tuah melayu. tak melayu kalau tak Islam. Tp Alhamdulillah dah ade dai di sane, paling tidak ade penyangge agame. kepade Budak tempatan mari kite jage akidah orang tempatan, jangan lari dari identitas melayu. Insya Allah kite buat bakti bersame di Pulau Kubung.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: