Nama Toko Bengawan Solo, Rotinya Dianggap Halal

SAAT ini, jumlah penduduk Indonesia lebih dari 211.000.598. Sembilan puluh persennya adalah muslim. Jadi wajar jika bangsa lain di dunia menganggap bahwa makanan yang diproduksi di Indonesia atau oleh warga negara Indonesia sudah pasti halal. Padahal jawabannya tidak.
Hal inilah anggapan sebagian besar muslim di Singapura. Pada hari pertama Ramadhan 1419 H atau bertepatan pada Senin 1 September 2008, Yayasan Lembaga Konsumen Muslim Batam (YLKMB) berkunjung di Singapura.
Saat menginjakkan kaki di Harbour Front, YLKMB memantau pedagang roti di sana. Di Batam, YLKMB juga menjumpai penjual roti di Mega Mall yang belum mempunyai sertifikat halal.
Sebelah ujung pintu keluar sebelah kiri dari WTC Singapura setelah pintu pemeriksaan kedatangan ada gerai roti yang memang memasak roti nya di tempat itu juga, Bread talk, aroma roti yang sedang di panggang itu tercium sampai pintu sebelah kanan dari WTC arah ke pintu masuk MRT.
YLKMB hanya ingin memastikan bahwa gerai Bread Talk yang ada di Singapura pun juga tidak mencantumkan logo Halal.
Depan Bread Talk ada toko roti lagi, bermacam ragam roti yang dipajang di toko itu. Mungkin karena karena aroma roti yang menusuk hidung, membuat seorang ibu yang sedang shoping di word trade centre (WTC) tak menyadari kalau dia sedang berpuasa. Ibu itu jelas seorang muslima terlihat dari pakaiannya, seorang muslimah dengan tidak sangat terlihat kalau di Singapura dari cara berpakaian.
Seorang pelayan menghampirinya dengan membawa nampan yang berisi contoh hampir semua jenis kue dan roti yang ada di jual disitu, dengan lidi runcing seperti biting, salah satu contoh kue di tusuk dan diberikan untuk di coba kepada si ibu tadi, si ibu mengambil dan memakannya, “Bu tak puasakah,” sergah ku yang kebetulan berdiri di samping nya memperhatikan apakah ada logo halal di toko roti itu.
“Astagfirullah” ujar siibu sembari meludahkah makanan yang sempat dah masuk ke mulut nya, “iya iya saye puase” kata siibu tadi sambil mengucapkan terima kasih dah di ingat kan.
“Sering beli roti disini bu” tanya kami lagi, ibu tadi tak menjawab tapi menjeling kearah kami, karena kami katakan bahwa roti ini tak mencantumkan logo halal, “ini toko roti Indonesia, mestilah halal” ujar ibu tadi karena dari nama toko nya saja “BENGAWAN SOLO” .
Jadi tak berapa jauh dari gerai roti BREAD TALK ada toko roti lagi yang bernama BENGAWAN SOLO, karena dari nama nya yang berbau Indonesia yakinlah si ibu tadi kalau produk yang dihasilkan oleh toko roti tadi sudah halal.
Hal ini pun tak terkecuali terjadi di toko roti di Batam, ratusan pendatang terutama dari Singapura yang mengunjungi Batam setiap minggu nya, mereka tahu kalau Bread Talk di Singapura tak halal, tetapi mereka membeli Roti dari gerai Bread Talk yang ada di Batam.
Mereka tahunya kalau di Batam alias Indonesia roti dan makanan yang dijajahkan tak masaalah, karena Indonesia mayoritas muslim, puluhan ibu-ibu yang berpakain muslim menyerbu memenuhi gerai Bread Talk di Mega Mall Batam Center, letak gerai Bread Talk yang stategis dekat dengan terminal ferry Batam Center, sambil pulang ke Singapura dari kunjungan ke Batam mereka biasa nya membawa pulang roti2 yang ada di Mall itu.
Tapi setelah YLKMB memberitahu Bread Talk di Batam pun tak punya sertifikat halal, mereka terperangah. Sambil pandang memandang yang terlanjur membeli merasa terkecoh, dan meliirik toko roti yang ada di samping Bread Talk di Batam J.Co yang menjual donuts , sama saja tak begitu penting harus mencantumkan logo halal, toh yang membeli banyak.

Satu Tanggapan

  1. breadtalk…j.co…kyknya gak asing lagi deh!! bengawan solo,itu kan toko kue yg jualannya kue2 tradisional gt,kan..? kyknya dl pernah icip2 dikit..hehe..abis nggak tau!! tapi lo tau gini..ya udah..gak lagi2…taattuut…trus klo kita buat kue sendiri,utk mengolesi loyang atau kue kan jg perlu kuas,apa kuasnya dr bahan yang sama,yaaa?? wah,klo kyk gini paling aman makan pohong & pisang goreng buatan sendiri,nih!!

    wassalam…

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: