Tak Jelas, Kehalalan Resto Lingga

KESADARAN warga muslim untuk mengkonsumsi makanan bersertifikat halal masih rendah. Bahkan, resto yang hanya memasang logo halal tanpa dilengkapi dengan sertifikat halal pun menjadi tempat santapan wanita berjilbab.
Selasa (12/3), Yayasan Lembaga Konsumen Muslim (YLKM) Batam bersama pengurus Badan Penyelesaian Sengketa Konsumen (BPSK) mengantar pembicara dari Jakarta menemani makan malam. Masakan yang terkenal di Batam tentunya adalah Sea Food.
Atas saran teman yang mengantar tamu tersebut, maka tibalah di sebuah resto Lingga yang menyediakan berbagai macam jenis masakan sea food. Kebetulan, YLKMB agak terlambat menyusul karena harus mencari tempat parkir terlebih dahulu.
Saat memasuki resto, terpampang logo halal, tapi bukan berasal dari Lembaga Pengkajian Pangan Obat-obatan dan Kosmetika Majelis Ulama Indonesia (LP POM – MUI). YLKM pun menanyakan apakah resto yang dimiliki oleh orang Chinese tersebut memiliki sertifikat halal. Ternyata seperti dugaan sebelumnya, resto tersebut belum memiliki sertifikat halal.
Hal ini jelas melanggar UU No 8 Tahun 1999 tentang Perlindungan Konsumen Bab IV tentang perbuatan yang dilarang bagi pelaku usaha pasal 8 ayat 1 huruf e yang menyatakan Pelaku usaha dilarang memproduksi dan/atau memperdagangkan barang dan/atau jasa yang : tidak sesuai dengan mutu, tingkatan, komposisi, proses pengolahan, gaya, mode,atau penggunaan tertentu sebagaimana dinyatakan dalam label atau keterangan barang dan/atau jasa tersebut.
Pelanggaran pada pasal ini akan terkena sanksi yang tertera pada pasal 62 ayat 1 yakni : pelaku usaha yang melanggar ketentuan sebagaimana dimaksud dalam Pasal 8, Pasal 9,Pasal 10, Pasal 13 ayat (2), Pasa! 15, Pasal 17 ayat (1) huruf a, huruf b, huruf c, huruf e, ayat (2), dan Pasal 18 dipidana dengan pidana penjara paling lama 5 (lima) tahun atau pidana denda paling banyak Rp 2.000.000.000,00 (dua miliar rupiah).
Terhadap pelanggaran ini, maka YLKM selaku Lembaga Perlindungan Konsumen Swadaya Masyarakat (LPKSM) melakukan advokasi sesuai dengan amanat UU PK.
Dengan pemberitahuan lisan, YLKM mengingatkan pada pelaku usaha untuk mecopot logo halal atau pelaku usaha mengurus sertifikat halal di LP POM MUI.
Pengamatan YLKM, resto ini banyak dikunjungi oleh keluarga, terutama keluarga muslim. Bahkan, para wanita berjilbab ini pun dengan lahap menyantap sea food yang belum bersertifikat halal. Api pun menyambar penggorengan, jelas masakan tersebut menggunakan arak atau ang cui. Semoga konsumen muslim semakin sadar untuk mengkonsumsi masakan bersertifikat halal. (***)

Satu Tanggapan

  1. iya..ya..betul juga,ya!! suwun sing akeh atas infonya…

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: