Berdayakan Sekretariat BPSK

PENYELESAIAN sengketa konsumen oleh Badan Penyelesaian Sengketa Konsumen (BPSK) tidak terlepas dari peran dan fungsi sekretariat BPSK. Guru besar Universitas Parahyangan Prof. Dr. Bernadette M.Waluyo, S.H, M.H., CN menjelaskan yang harus dilakukan sekretariat pertama kali dalam menerima pengaduan adalah membuat cheklist atau daftar identifikasi masalah. Cheklist tersebut meliputi;
1.Apakah pengadu termasuk konsumen akhir
2.Apakah pelaku usaha, Badan Hukum, Perguruan Tinggi tersebut bisa digugat. Contoh: seseorang telah mendaftar di sebiah universitas swasta di Jakarta. Dalam formulir pendaftaran disebutkan ada masa pengembalian uang. Selanjutnya mahasiswa tersebut diterima di PTN di Bandung. Ia pun meminta kembali uang yang disetorkan. Pertanyaan apakah hal tersebut melanggar UU Perlindungan Konsumen khususnya pasal 18 ?
3.Kewenangan BPSK, sengketa konsumen adalah sengketa pelaku usaha dengan konsumen dan objeknya adalah pelaku usaha. Dan permasalahan ini diajukan di BPSK terdekat.
4.Ada perjanjian, prestasinya terukur atau tidak, mengenai wanprestai atau tidak dan antara pelaku usaha dan konsumen tidak ada hubungan kontrak. Jika ada kontrak maka tanggung jawabnya berdasarkan kontrak dan jika tidak ada maka tanggung jawabnya adalah perbuatan yang melanggar hukum. (PMH).
Setelah gugatan masuk maka putusan pada gugatan harus diselesaikan dalam waktu 21 hari kerja. Untuk mediasi seyogyanya diselesaikan dalam waktu satu hari.
Contoh kasus adalah Stanley dan Philip Morris. Stenley membeli rokok Marlboro di Makasar dan Cikini. Dalam pembelian tersebut terdapat masalah karena rokok tidak ada filternya. Stanley pun mencoba menghubungi Philip Morris beberapa kali namun tidak ditanggapi dengan serius.
Stanley pun mendatangi Direktur Perlindungan Konsumen dan ternyata permasalahannya belum selesai hingga satu tahun. Merasa permasalahannya berlarut-larut maka Stanley yang bersifat keras melakukan tuntutan lebih kepada pihak Philip Morris.
Setelah dilakukan pembicaraan maka permasalahannya adalah bukan ganti rugi melainkan adalah rasa tersinggung. ‘’Maka penyelesaian sengketa dilakukan dalam mediasi dan harus dilakukan dengan cepat, harus satu hari jangan berlarut-larut,’’ paparnya. (***)

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: