Pengawasan Barang & Jasa Beredar

PENGAWASAN barang dan jasa beredar harus dilakukan oleh pemerintah dan lembaga konsumen yang diamanatkan oleh undang-undang.
Dari pemerintah, terdapat instrumen pengawasan yang dilakukan oleh Penyidik Pegawai Negeri Sipil (PPNS).
Pengawasan barang ini didasarkan Undang-undang RI No 8 Tahun 1999 tentang Perlindungan Konsumen, Kepmenperindag No 547/MPP/7/2002 tentang Ketentuan dan Tata Cara Pengawasan Barang dan Jasa yang beredar di Pasar.
Demikian disampaikan oleh Direktorat Pengawasan dan Pengendalian Mutu Barang Departemen Perdagangan pada acara sosialisasi standarisasi bidang perdagangan di Hotel Majesty, Selasa (15/7).
Siregar sebagai pembicara mengatakan yang diawasi adalah standar, label, klausula baku, pelayanan purna jual, cara menjual dan promosi pengiklanan.
Adapun kriteria pengawasan yang dilakukan adalah aspek keselamatan, keamanan, kesehatan dan lingkungan kerja, dikonsumsi dan atau digunakan oleh masyarakat banyak, memiliki SNI atau persyaratan teknis lainnya.
Pengawasan yang dilakukan pemerintah meliputi proses produksi, penawaran, promosi, pengiklanan, dan cara menjual sampai barang dan atau jasa beredar di pasar.
Sedangkan terhadap barang dan atau jasa yang beredar di pasar dilakukan oleh masyarakat.
Namun demikian, wewenang PPNS yang diatur dalam undang-undang juga terbatas.
PPNS hanya dapat melakukan penyidikan dan tidak dapat melakukan pemrosesan lebih lanjut yang diserahkan kepada pengadilan. ’’Untuk selanjutnya PPNS menyerahkan urusan ini kepada pihak kepolisian,’’ paparnya.
Selain itu, kendala lainnya, PPNS yang telah dididik acapkali dipindah tugaskan pada bidang yang lain. Padahal, wewenang PPNS tersebut melekat pada jabatan di bidang tersebut. Seperti halnya, PPNS di Dinas Perindustrian, Perdagangan dan SDM di Batam. PPNS yang ada telah dipromosikan menjadi Kepala Kantor Kesejahteraan Rakyat atau Kesra. ’’Kita akan menyurati Gubernur seluruh Indonesia melalui menteri perdagangan,’’ paparnya.
Siregar juga mengakui kerja PPNS selama ini kurang optimal karena hal tersebut di atas. ’’Saya pernah melaporkan suatu kasus dan saya harus menjadi saksi dan menyita waktu cukup lama. Bisa sampai seharian,’’ jelasnya. (***)

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: