Tambah Lokal, Swasta Terhimpit

DINAS Pendidikan Kota Batam goyah pendirian untuk menambah lokal baru untuk sekolah negeri. Itu setelah sebagian masyarakat mendesak Dinas Pendidikan Kota Batam untuk menambah lokal baru sekolah negeri.
’’Ini akan menghimpit sekolah swasta yang kekurangan murid,’’ jelas Ketua Badan Musyawarah Perguruan Swasta (BMPS) Kota Batam, Imbalo Iman Sakti, Rabu (16/7).
Pada hari itu, di kantor Dinas Pendidikan Kota Batam, diadakan rapat yang membahas permasalahan ini. Hadir, Kepala Dinas Pendidikan Kota Batam Muslim Bidin, Kabid Dikmen Rosmala Dewi, Ketua PGRI, Ketua Dewan Pendidikan, Kabid Dikdas.
Imbalo menambahkan, ini menunjukan ketidakkonsistenan pemerintah dalam hal ini Dinas Pendidikan Kota Batam dalam perencanaan di bidang pendidikan. Padahal, dalam rapat koordinasi dan sinkronisasi yang diadakan di Hotel Nagoya Plaza dan dihadiri oleh seluruh Kepala Sekolah mulai tingkat SD hingga SMA, Dinas Pendidikan Kota Batam komitmen untuk menerima murid sesuai dengan jumlah daya tampung artinya tidak ada penambahan lokal baru.
Keluhan yang sama disampaikan oleh Kepala Sekolah Muhammadiyah, Mashudi.
Muhammadiyah yang saat ini membuka SMK merasa terhimpit karena SMK Negeri 1 yang membuka program BSI menerima siswa hingga 520 orang. ’’Padahal kita harapkan murid yang tidak tertampung di SMK N 1 mendaftar di SMK Muhammadiyah,’’ ujarnya.
Sebagai informasi, SMK N 1 menerima murid tanpa menolak siswa karena melaksanakan Sekolah Berstandar Internasional (SBI).’’Kami menerima murid berlimpah,’’ ujar Ketua Komite SMK N 1 Darlispon..
Desakan dari Bengkong Sadai
Sebelumnya, Ketua BMPS Imbalo Iman Sakti, Kepala Dinas Pendidikan Muslim Bidin, Ketua Dewan Pendidikan Hardi Hood , Anggota DPRD Nardi dan Saparudin Muda mengadakan pertemuan di SMA N 8 Bengkong Sadai.
Pembahasan juga sama, tentang penambahan lokal baru. ’’Keputusannya juga sama, swasta tetap menolak untuk penambahan lokal baru,’’ paparnya.
Imbalo menambahkan, pemerintah seharunya memikirkan nasib guru swasta yang berjumlah 5230 orang.
Sementara, Kepala Dinas Pendidikan Kota Batam Muslim Bidin mengatakan rencana penambahan lokal ini disebabkan desakan dari masyarakat.
Sedangkan Hardi Hood menyatakan seharusnya Kepala Dinas Pendidikan harus bertindak tegas. ’’Jangan ada lagi pemungutan uang dari orang tua murid karena menambah lokal baru,’’ jelasnya.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: