Aktifitas Bisnis Himpit Masjid Arafah

MASJID Arafah terletak di lantai dua ruko di Nagoya Plaza. Inilah satu-satunya masjid di Batam yang terletak di lantai dua. Sejarahnya, tahun 80-an Otorita Batam mengalokasikan lahan masjid yang saat ini terletak di Hotel Nagoya Plaza.
Karena sesuatu hal, maka lahan tersebut dipindahkan di belakang hotel berdekatan dengan Bank Mandiri. Sebagai kompensasi, pemilik hotel pertama memberi tempat di lantai tiga ruko di samping Nagoya Plaza.
Ruangan yang diberikan tidak begitu luas sekitar 180 meter per segi. Bahkan saat shalat Jumat ruangan masjid tidak dapat menampung banyaknya jamaah yang shalat di sana. Itu pun jamaah telah memenuhi ruangan kantor pos lama di lantai dua dan ruangan wudhu pun telah penuh sesak para jamaah.
Ketua Pengurus Masjid Arafah H ElfisYasri mengatakan saat ini kondisi masjid cukup memprihatinkan. Atap masjid bocor. ’’Ini disebabkan pembangunan ballroom Nagoya Plaza. Dan kita telah melayangkan surat protes kepada manajemen Hotel Nagoya Plaza,’’ paparnya.
Alih Lahan
Belum selesai persoalan ruangan yang rusak. Lahan Masjid Arafah telah berulang kali berpindah. Saat perpindahan dari Nagoya Plaza, masjid mendapat ganti lahan di samping Bank Mandiri.
Namun, karena ada pembangunan Nagoya Hill. Lahan masjid ini kembali jadi korban pembangunan ruko Nagoya Hill.
‘’Kini lahan masjid itu telah menjadi enam belas ruko,’’ ungkapnya.
Dan untuk ketiga kalinya, lahan masjid berpindah di belakang Bank Mandiri. Letaknya di atas bukit. ’’Kami namakan masjid ini Jabal Rahma,’’ ungkapnya.
Atas perpindahan yang tidak diinginkan ini tentunya ada kompensasi dari pihak Nagoya Hill selaku pengembang.’’Sebelumnya saya telah dipanggil pihak pengembang dan kami telah membicarakan perihal hal ini tapi belum mencapai kesepakatan,’’ jelasnya.
Namun demikian, katanya, pengurus masjid tetap mempertahankan lokasi masjid arafah yang lama. Hal ini didasari oleh kebutuhan masyarakat terhadap tempat ibadah di kawasan tersebut yang tinggi.
Masjid Arafah dikelilingi pusat aktivitas bisnis yakni Nagoya Hill, Hotel Nagoya Plaza, Lucky Plaza dan mall di sekitarnya. Sehingga tak heran jika pada saat shalat jumat masjid ini tidak dapat menampung para jamaah.
Namun, meskipun mempunyai jamaah yang banyak kondisi masjid ini juga menyedihkan. Tidak sebanding dengan mall-mall yang ada disekitarnya.
Inilah yang harus menjadi perhatian semua pihak termasuk pemerintah yang membuat kebijakan.
Ironinnya, Kepala Tata Usaha (TU) Kantor Departemen Agama Kota Batam yang juga pengurus Dewan Masjid Indonesia (DMI) Zulkifli Aka justeru belum mengetahui perihal rencana pembangunan masjid ini.
’’Tanyakan saja pada pengurus masjid ini,’’ ujarnya singkat sembari menunjuk toko Davisco yang memang pemilikinya adalah ketua pengurus masjid Arafah. (***)

Satu Tanggapan

  1. siap kerja keras

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: