Daya Tampung & Anak Putus Sekolah

Pasal 28C (1) UUD 1945 mengamanatkan setiap orang berhak mengembangkan diri melalui pemenuhan kebutuhan dasarnya, berhak mendapat pendidikan dan memperoleh manfaat dari ilmu pengetahuan dan teknologi, seni dan budaya, demi meningkatkan kualitas hidupnya dan demi kesejahteraan umat manusia.
Hak warga negara untuk memperoleh pendidikan ini menjadi kewajiban pemerintah dalam pemenuhan kebutuhannya.
Namun, dalam kenyataannya pemerintah belum mempunyai data dan dana guna mengantisipasipasi pertumbuhan calon siswa yang akan melanjutkan pendidikan di jenjang yang lebih tinggi.
Di masa penerimaan siswa baru tahun pelajaran 2008-2009 mendatang, diperkirakan ada 20.365 calon siswa yang akan sekolah di tingkat SD/MI. Sedangkan daya tampung sekolah hanya 11.656 siswa atau ada 8.708 siswa yang terancam tak sekolah.
Di tingkat SMP/MTs dari calon siswa sebanyak 9.256 orang, daya tampungnya hanya 6.164 siswa atau kurang 3.092 tempat. Sementara di tingkat SMA/MA/SMK hanya ada 3.829 tempat, sedangkan yang bakal lulus SMP/MTs tahun ini ada 6.164 siswa.
Dengan adanya ketimpangan ini maka secara otomatis akan menjadi problem tingginya anak yang putus sekolah.
Sehingga Dinas Pendidikan Kota Batam melakukan antispasi dengan rencana menerapkan sistem sekolah pagi-sore atau double shift untuk mengantisipasi lonjakan siswa baru itu. Sistem ini, kurang efektif karena yang sekolah sore biasanya jam pelajarannya lebih pendek dibandingkan yang sekolah pagi.
Namun, penerapan double shift mau tak mau harus dilaksanakan agar ribuan calon siswa itu tetap bisa sekolah.
“Itu jalan satu-satunya. Kalau mau nambah sekolah, lahannya kurang,” kata Kadis Pendidikan Batam Muslim Bidin.
Muslim berharap pihak swasta mengambil peran lebih besar lagi, untuk mengantisipasi kurangnya daya tampung sekolah negeri. “Selama ini mereka sudah sangat membantu. Kalau tak ada swasta, mati kita,” tuturnya.

Peran Swasta
Dalam musyawarah Badan Musyawarah Perguruan Swasta (BMPS) Kota Batam pada Rabu (21/5), Ketua BMPS Provinsi Kepri Emtizar Karyan menyatakan jika tidak ada peran swasta maka dapat dipastikan Pemerintah Kota (Pemko) Batam akan menanggung biaya pendidikan hingga Rp200 miliar per tahun.
Apalagi jika daya tampung siswa tidak dapat diatasi dengan keterbatasan jumlah sekolah yang dimiliki.
Untuk itu, beberapa langkah dapat ditempuh guna mengantisipasi hal ini. Pertama adalah pemerintah membantu sekolah swasta dalam menambah lokal atau kelas. Hal ini jauh lebih murah jika pemerintah menyiapkan sekolah baru karena pemerintah tidak menggaji tenaga kependidikan baru.
Kedua, membuka sekolah terbuka dengan menekankan sekolah negeri menjadi sekolah binaan atau pamong di tingkat kelurahan ataupun tempat yang sulit terjangkau. Hal ini telah dilakukan sejak tahun 1980-an, tapi ini kurang berjalan karena kurang seriusnya pemerintah dalam mendorong sistem ini terutama dalam hal pendanaan yang sepenuhnya ditanggung pemerintah.
Ketiga, terapkan metode mengajar e-learning bagi anak-anak yang memiliki kemapuan intelektual dan ekonomi di atas rata-rata. Dengan e-learning maka kebutuhan kelas akan terkurangi.
Siswa tidak harus belajar di dalam kelas dalam menyerap materi yang diberikan. Sekolah hanya menyediakan fasilitas hot spot dalam lingkungan sekolah dan selanjutnya guru pembimbing dapat memberi pengarahan dalam mengontrol pembelajaran siswa.
Dengan demikian, sekolah tidak perlu menambah kelas baru namun dapat menampung jumlah siswa lebih banyak dibandingkan dengan tahun sebelumnya.
Keempat, lakukan pendataan jumlah calon siswa dibandingkan dengan sekolah yang ada. Dengan data yang ada dan melakukan prediksi maka pemerintah dapat melakukan antisipasi dalam melakukan pembangunan dan pemberian izin sekolah baru. Sebab, pembangunan sekolah baru bukan hanya kebijakan pemerintah kota Batam selaku eksekutif, namun juga atas persetujuan DPRD selaku badan legislatif yang terkait dalam penetapan anggaran pendidikan dalam APBD. (***)

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: