Film Fitna, Hak Cipta & HAM

Geert Wilders adalah anggota parlemen Belanda yang membuat Fitna, film yang menghina Alquran dan Nabi. Dengan dalih kebebasan Wilders menyebarkan film yang diproduksinya dengan menyakiti umat Islam. Wilders mengaku film yang berdurasi 15 menit itu dibuat karena Islam dan Alquran membahayakan kebebasan.

Film ini merupakan potongan-potongan film atau kejadian dari peristiwa hancurnya WTC pada 11 September dan terjadinya pemboman mobil di Madrid. Selain itu, film ini juga menggambarkan pengertian jihad yang salah. Dengan mengutip beberapa ayat Al Quran tentang jihad. Wilders menggambarkan bahwa Islam adalah agama yang keras. Surat ke 4 ayat 56 dan ayat 89 dalam Al Quran dan beberapa surat yang lain seperti Surat 8 ayat 60 dan surat ke 47 ayat 4 juga digambarkan pada film ini. Hal ini diperkuat dengan pernyataan-pernyataan seseorang yang bersorban bahwa Allah bergembira dengan kematian-kematian umat non muslim dan umat Islam adalah superior dibandingkan dengan umat lainnya seperti Yahudi, Kristen, Budha dan Hindu.

Film tersebut juga menayangkan wawancara muslimah cilik yang berusia 3,5 tahun yang berisi tentang siapakah jews atau kaum Yahudi. Bocah cilik tersebut menyebutkan bahwa kaum Yahudi adalah monyet dan itu berasal dari pernyataan Al Quran. Sebelum akhir film, juga digambarkan tentang pemotongan kepala seorang tawanan berbaju merah oleh sekelompok manusia bertopeng dengan background bendera yang bertuliskan tiada tuhan selain Allah.Dari penggambaran film tersebut jelas atas nama kebebasan Wilders menyakiti umat yang lain.

Sebenarnya film ini bisa disebutkan dengan penjiplakan dari beberapa video yang dikumpulkan menjadi satu bagian. Dan jika Wilders mendapatkan izin atas video-video ini sesuai dengan hak cipta maka film ini dapat dicekal berdasarkan UU Hak Cipta. Dalam UU No 19 tahun 2002 tentang Hak Cipta disebutkan bahwa hak cipta adalah hak eksklusif bagi pencipta atau penerima hak untuk mengumumkan atau memperbanyak ciptaannya atau memberikan izin untuk itu dengan tidak mengurangi pembatasan-pembatasan menurut peraturan perundang-undangan yang berlaku.

Pengumuman adalah pembacaan, penyiaran, pameran, penjualan, pengedaran, atau penyebaran suatu Ciptaan dengan menggunakan alat apa pun, termasuk media internet, atau melakukan dengan cara apa pun sehingga suatu Ciptaan dapat dibaca, didengar, atau dilihat orang lain. Filsosi dari hak cipta tersebut adalah tidak bertentangan dengan undang-undang dan mengganggu ketertiban umum atau norma yang berlaku di masyarakat. Kendati dalam Universal Declaration of Human Rights artikel 19 disebutkan Everyone has the right to freedom of opinion and expression; this right includes freedom to hold opinions without interference and to seek, receive and impart information and ideas through any media and regardless of frontiers.(Yang artinya “Setiap orang mempunyai hak untuk berekspresi. Hak tersebut termasuk untuk mempertahankan pendapat, menerima dan memberikan informasi serta pemikiran tanpa campur tangan serta dibatasi oleh pejabat publik yang berwenang.”)

Namun dalam kebebasan berekspresi tersebut harus memenuhi beberapa kriteria diantaranya asas kepentingan umum. Perlu diketahui bahwa dinegeri Belanda sendiri dalam Pasal 266 ayat 2 WvS Nederland (Kitab Undang-Undang Hukum Pidana Belanda) disebutkan bahwa apabila sebuah pemberitaan merupakan perilaku yang tujuannya menyampaikan opini (oordeel) untuk melayani fakta dan diperuntukkan bagi kepentingan umum, maka pemberitaan tersebut bukan merupakan Penghinaan.Demikian juga di Queensland, Tasmania dan Australia bahwa penghinaan yang didasarkan sebuah publikasi dapat dibenarkan dengan alasan untuk kepentingan umum apabila berita tersebut mengandung kebenaran.

Dalam hal ini, Film Fitna yang diklaim sebagai kebebasan mengeluarkan pendapat tidak memenuhi adanya asas kepentingan umum dan kebenaran. Justru sebaliknya, dalam film ini terjadi kesengajaan untuk mendiskreditkan Islam dan dapat mengganggu kepentingan umum karena meresahkan umat Islam seluruh dunia. Dengan demikian, seharusnya Wilders dapat diajukan ke pengadilan untuk diminta pertanggungjawabannya.     

3 Tanggapan

  1. Hikmahnya adalah Wilders lebih banyak membaca dan mengkaji Al-quran. Dengan begitu, mudah-mudahan dia diberi hidayah oleh Allah SWT. Film ini juga membuat Islam semakin populer di dunia barat. Baru-baru ini, Vatikan merilis berita bahwa untuk pertama kalinya jumlah umat Islam menduduki peringkat pertama terbanyak di dunia (19,2%), mengalahkan pemeluk Katolik (17,4%) yang biasanya selalu di peringkat pertama. Ini membuktikan bahwa agama Islam semakin populer.

  2. hehehe.. Ngapain repot cari cara ngajuin ke pengadilan dunia? Wong nanti ada ‘pengadilan’ yang ndak mungkin Wilders menangkan kok..

    Allah Maha Mulia dan Kuasa.. tidak perlu kita bela Dia tetap Penguasa Alam bukan?

    Ini malah ujian buat kita; apakah kita menjadi tetap santun dan berakhlak tinggi dalam menghadapi fitnahan atau bersikap seperti yang digambarkan Wilders?

    Bagaimana pendapat Anda Mas?

  3. Sependapat dengan anda, saya pernah dengar dan kayaknya pernah baca dah kalau tak silap ada hadis kira2 berbunyi sbb :

    “Kalau ada orang berbuat munkar atau mudarat cegah lah dengan tanganmu (kekuasaan) , kalau tak bisa dengan tangan cegah dengan perkataan kalau tak bisa juga yang terakhir kali dengan doa dan ini adalah selemah-lemah iman.

    Apakah hadis ini relevan atau tidak karena dimintain pendapat ya aku tulis seperti ini, kalau relevan enggak tahu posisi kita dimana.

    Salam

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: