Memberantas Situs Syahwat

DPR telah mengesahkan UU tentang Informasi dan Transaksi Elektronik pada sidang paripurna Selasa (25/3). Dengan demikian dunia maya bukan lagi berdasarkan hukum rimba. Selama ini terdapat jutaan situs porno di dunia dan ratusan ribu situs porno di Indonesia.

Soal situs porno, memang sudah merasuk terlalu dalam. Bahkan, saat mencari gambar dengan mengetik huruf a di mesin pencari terkenal, google.com, gambar porno pun ikut muncul. Fakta itu memperlihatkan probabilitas munculnya konten porno sudah sangat tinggi. Statistik lebih seram, dimuat sebuah situs: 12 persen situs di dunia ini mengandung pornografi; sekitar 372 juta halaman website pornografi; 25 persen yang dicari melalui search engine adalah pornografi.

Kata sex adalah yang paling banyak dicari di internet. Sebanyak 35 persen dari data yang diunduh adalah pornografi; setiap detik 28.258 pengguna internet melihat pornogafi; setiap hari 266 situs porno baru muncul; 70 persen traffic pornografi terjadi pada jam kerja, yaitu pukul 09.00-17.00.

Dari banyaknya situs porno ini maka dengan disahkannya UU tersebut maka terdapat aturan dan langkah yang diambil lebih jelas. Beberapa ketentuan mengancam telah ada dalam UU ini, diantaranya : Pasal 27 Denda Rp 1 miliar dan enam tahun penjara bagi orang yang membuat, mendistribusikan, mentransmisikan, materi yang melanggar kesusilaan, judi, menghina dan mencemari nama baik, memeras dan mengancam.

Pasal 28 Denda Rp 1 miliar dan enam tahun penjara bagi orang yang menyebarkan berita bohong dan menyesatkan, sehingga merugikan konsumen transaksi elektronik dan menimbulkan kebencian dan permusuhan antarkelompok. Pasal 30 Denda Rp 600-800 juta dan penjara 6-8 tahun bagi orang yang memasuki komputer atau sistem elektronik orang lain, menerobos, sampai menjebol sistem pengamanan. Pasal 31 Denda Rp 800 juta dan penjara 10 tahun bagi orang yang menyadap informasi elektronik atau dokumen elektronik di komputer atau sistem elektronik –mengubah maupun tidak dokumen itu.

Pasal 32 Denda Rp 2-5 miliar dan penjara 8-10 tahun bagi orang yang mengubah, merusak, memindahkan, dan menyembunyikan informasi atau dokumen elektronik. Pasal 34 Denda Rp 10 miliar dan penjara 10 tahun bagi orang yang memproduksi, menjual, mengimpor, mendistribusikan, atau memiliki perangkat keras dan lunak sebagaimana di Pasal 27-34.

Dengan adanya UU ini maka diharapkan situs porno yang beredar terutama di Indonesia dapat diberantas. Hal ini juga perlu kerja keras dan kerja sama semua elemen masyarakat. Terutama, aparat yang berwenang menindak pelanggar UU ini. (berbagai sumber)

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: