Guru Tidak Dibekali Cara Kerja Otak

Empat golongan manusia yang masuk surga diantara golongan manusia lainnya adalah haji mabrur, syuhada, orang kaya yang menginfakan hartanya dan guru.
Saat malaikat Ridwan menjaga pintu surga, malaikat bertanya kepada orang yang haji mabrur. ’’Amalan apa yang membuatmu bisa masuk surga,’’ tanya malaikat. ’’Haji saya mabrur,’’ jawab calon penghuni surga. ’’Dari siapa kau tau jika haji mabrur ganjaranya surga,’’ tanya malaikat lagi. ’’Guru saya,’’ jawabnya. ’’Tunggu dulu,’’ guru yang memberitahumu belum masuk surga. Demikian juga dengan dua golongan lainnya. Belum dapat masuk surga sebelum gurunya masuk surga.
Itulah awal pembukaan seminar ’’smart’’ untuk guru dan pengajar yang disampaikan Drs H Dwi Iriyanto, MM di hadapan 800 – an guru di Gedung Universitas Maritim Raja Ali Haji – Batam Centre, Ahad (3/2) lalu.
Dwi yang sehari-hari sebagai HRD Training Centre Primagama Grup menceritakan, alkisah di suatu hutan, raja hutan Singa mengadakan rapat guna pendirian universitas hutan. Dikumpulkannya guru-guru sekolah hutan guna menyusun kurikulum. Sang buaya mengatakan para murid harus diajarkan berenang, sang beruang mengatakan para murid harus diajarkan membuat bunker dan sang gajah mengatakan para murid harus diajarkan mengangkat pohon dengan kekuatannya.
Pada saat penyusunan materi hal ini tidak menjadi masalah. Tapi saat pembelajaran ini yang menjadi masalah. Adalah kelinci yang mengeluh dengan proses pembelajaran renang dari sang guru Buaya. Kelinci yang dianugrahi kemampuan berlari dengan kencang kesulitan dengan pembelajaran ini. Akhirinya potensi yang dimiliki semakin menurun, sedangkan kemampuannya untuk berenang juga tidak dapat tercapai.
Demikian juga dengan burung cicit yang kesulitan dengan materi pembuatan bungker dari guru Beruang. Kemampuannya untuk terbang tinggi menurun sedangkan kemampuan untuk membuat bunker tidak dapat tercapai. ’’Demikianlah kondisi pendidikan di Indonesia saaat ini mirip dengan sekolah hutan tadi,’’ ungkap bapak tiga orang putri ini. 
Pengetahuan SDM
Permasalahan pendidikan, paparnya, tidak terelpas pada permasalahan sumber daya manusia dan kecilnya gaji guru. Tapi hal ini sebenarnya pada motivasi dan komitmen guru yang kurang dalam bidang pendidikan. ’’Saya yakin di Batam soal gaji tidak masalah,’’ paparnya.
Dwi yang juga dosen di beberapa perguruan tinggi di Jogja mengatakan, kelemahan yang ada saat ini adalah pengetahuan guru yang kurang terhadap cara kerja otak anak. Jadi ibaratnya seperti menghadapi tv tua yang tidak muncul gambarnya maka sang pemilik tv akan menggebraknya dan ternyata hidup. Padahal mungkin hanya kabel yang di belakangnya saja yang tidak tersambung. Jadi saat ada getaran maka tv akan menyala. Demikian juga guru saat ini dalam menghadapi anak didik. Sehingga banyak terjadi kasus pemukulan terhadap anak didik.
Sebelumnya, Dwi menayangkan slide yang menggambarkan studi kasus anak didik di Inggris. Dalam studi kasus tersebut terdapat anak didik yang bermasalah dalam hal keinginan membaca yang rendah. Tapi dengan diberi vitamin yang mengandung omega 3 ternyata dapat meningkatkan kemampuan anak. Karena omega 3 dapat merangsang otak untuk bekerja lebih baik.
Dengan pemaparan di atas, maka ada beberapa hal yang harus dilakukan guru. Dia antaranya, guru harus menjadi mitra, teman dan sahabat bagi anak murid. ’’Jadi seyogyanya pada akhir pembelajaran guru harus bernyanyi dengan nuansa yang menyegarkan bagi anak didik,’’ paparnya.
Semoga hal ini menjadi pemicu bagi  para guru sehingga dapat meningkatkan kualitas diri sendiri dan secara tidak langsung dapat meningkatkan mutu pendidikan di Indonesia.
’’Seharusnya acara seperti ini diadakan rutin oleh Pemerintah Kota Batam melalui anggaran pendidikan. Karena faktor terpenting pendidikan adalah SDM,’’ ujar peserta.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: