Blokade Situs Porno, Tirulah China

’’Belajarlah hingga ke negeri China’’. Demikian pepatah menyatakan agar umat Islam dapat belajar tanpa batas jarak dan waktu.
Mengingat ungkapan di atas, bangsa Indonesia harus belajar dalam pengontrolan internet. Dengan jumlah penduduk lebih dari 200 juta dan 85 persen di antaranya muslim, China jauh lebih unggul dalam mengontrol teknologi internet di negaranya. Baca lebih lanjut

Iklan

Kebijakan Lindungi Sektor Bisnis

Pemerintah Indonesia harus mengeluarkan kebijakan yang melindungi sektor binis dengan tujuan agar sektor tersebut dapat berjalan dalam waktu yang cukup lama.
Demikian diungkapkan Manager Custumer Care PT Telkom Kandatel Riau Kepulauan, Sudarto.
Sudarto mengatakan warung telekomunikasi atau wartel merupakan contoh sektor bisnis yang tergerus dengan perkembangan teknologi telepon selular.  Hal ini disebabkan kebijakan pemerintah yang membuka kran dalam sektor ini.’’Hal ini diperparah dengan tarif telepon selular yang terus cenderung menurun,’’ ujarnya.
Sehingga dalam sebulan, katanya, lebih dari sepuluh wartel menutup usahanya.
Untuk mengantisipasi hal itu, katanya, pengusaha wartel harus inovatif melakukan perubahan agar bisnis yang dijalaninya dapat berjalan dengan baik.
’’Langkah yang dapat ditempuh adalah mengubah wartel menjadi warkom atau warung komunikasi yang meliputi penjualan voucher dan internet,’’ paparnya.

Guru Tidak Dibekali Cara Kerja Otak

Empat golongan manusia yang masuk surga diantara golongan manusia lainnya adalah haji mabrur, syuhada, orang kaya yang menginfakan hartanya dan guru.
Saat malaikat Ridwan menjaga pintu surga, malaikat bertanya kepada orang yang haji mabrur. ’’Amalan apa yang membuatmu bisa masuk surga,’’ tanya malaikat. ’’Haji saya mabrur,’’ jawab calon penghuni surga. ’’Dari siapa kau tau jika haji mabrur ganjaranya surga,’’ tanya malaikat lagi. ’’Guru saya,’’ jawabnya. ’’Tunggu dulu,’’ guru yang memberitahumu belum masuk surga. Demikian juga dengan dua golongan lainnya. Belum dapat masuk surga sebelum gurunya masuk surga. Baca lebih lanjut