Warga Batam Qurban di Chiang Rai

“Barangsiapa yang meminjamkan kepada Allah pinjaman yang baik (dengan menafkahkan hartanya di jalan Allah), maka Allah akan melipatgandakan pembayaran kepadanya dengan berlipatganda (dengan kelipatan) yang banyak. Dan Allah menyempitkan dan melapangkan rizki, dan kepadaNyalah kamu sekalian akan dikembalikan” (QS Al Baqarah 245)
’’Alhamdulillah kondisi saya dalam keadaan yang membaik setelah sakit,’’ ujar Ustad Wahab, aktivis Muhammadiyah Kedah – Malaysia pada bulan Ramadhan lalu membuka pembicaraan.
’’Insya Allah pada qurban nanti, kami akan melakukannya di Chiang Rai – Thailand Utara,’’ ujarnya.
Alasannya, kondisi masyarakat Thailand Utara yang berbatasan langsung dengan Myanmar kurang beruntung jika dibandingkan dengan masyarakat Indonesia.
Masyarakat di sana, terutama pengungsi dari Myanmar mengalami penindasan dari pemerintah setempat.
Seperti diketahui, saat ini Myanmar yang dulunya dikenal dengan Burma dikuasai oleh Pemerintah Junta Militer.
Beberapa bulan yang lalu, puluhan tewas dan ratusan lainnya terluka akibat tindakan represif pemerintah kepada para demonstran yang mayoritas bikhu.
Padahal sejak lama, para kaum muslim, yang minoritas yakni sekitar 20 persen dari jumlah penduduk atau sebesar delapan juta jiwa telah lama tertindas.
Masyarakat tidak dapat melaksanakan ibadah dan sekolah menurut agama dengan baik. Sebab, banyak sekolah islam yang dihancurkan.
Bahkan, jika muslim meninggal, untuk penguburannya mengalami kesulitan karena pemerintah tidak memberikan tanah untuk kuburan kaum muslim. Sedangkan ajaran Budha jika manusia meninggal dilakukan kremasi.
Sehingga banyak yang melakukan penggalian kuburan lama yang kiranya dapat ditempati kembali.
Dengan alasan tersebut makan, Yayasan Lembaga Konsumen Muslim Batam (YLKMB) inysa Allah mengadakan tebar qurban di Chiang Rai – Thailand Utara.
‘’Alhamdulillah kegiatan ini mendapat respon postif bagi kaum muslim di Batam,’’ ujar Ketua YLKMB Imbalo Iman Sakti kepada Buletin Jumat kemarin.
Dengan harga kambing mulai 300 Ringgit Malaysia (RM) atau sekitar Rp850.000 (dengan kurs Rp2.800), hingga berita ini ditulis telah 11 (sebelas) orang dan dua lembaga yang menyatakan Qurban yang dilaksanakan YLKMB dengan Qurban sebanyak 19 (sembilan belas) ekor kambing. Para penderma tersebut diantaranya :
1. H. Manan Sasmita RM 1,500
2. H. Yondri Darto $1,000 dan Rp850.000
3. H.M Yasin Rp.1700.000
4. Widodo Rp850.000
5. Telkomsel Rp.1000.000
7. H. Nurman Yasin RM 300
8. Zamperlino Haryansah Rp1.000.000
9. Kamdani Rp.850.000
10.Indosat Rp.850.000
11. Syaibansah Rp700.000
12. H Imam Bachroni Rp1.000.000
13. Yudi Kurnain Rp900.000
Dengan peserta lain dari Malaysia, YLKMB akan melakukan perjalanan mulai tanggal 14 Desember 2007.
’’Mengingat perjalanan akan dilakukan dari Kedah pada tanggal 15 Desember dan dilalui dengan darat, maka perjalanan dilakukan lima hari sebelum Idul Adha,’’ paparnya.
Selain melakukan qurban, rombongan juga melakukan wisata dakwah di sepanjang jalan yang dilalui. ’’Di antaranya adalah pondok pesantren dan masjid-masjid yang ada di Thailand,’’ kata bapak empat orang anak ini.
Antusiasnya masyarakat Batam yang berqurban di Chiang Rai ini menggembirakan bagi pria kelahiran Tapanuli Selatan ini.
’’Selama ini kita (masyarakat Batam) selalu menerima qurban dari Singapura dan Malaysia. Sekarang masyarakat Batam yang memberikan Qurban kepada kaum minoritas muslim di Thailanda bersama dengan warga Malaysia,’’ ujarnya.
Kegiatan Misionaris
Chiang Rai berjarak 3,5 jam dari Chiang Mai, melewati kelok2 pegunungan yang indah. Saat musim dingin akan berhawa sangat dingin (kurang dari 10 derajat celcius).
Karena terletak di pegunungan maka banyak masyarakat setempat terutama suku asli yang memeluk agama nenek moyang mereka. Sehingga tak heran jika kegiatan misionaris berlangsung di sana.
Dalam situs http://www.mirifica.net disebutkan ketika kaum misionaris pergi ke Chiang Rai di Thailand bagian utara dan mengunjungi warga suku pegunungan. Kaum misionaris kadang-kadang mempersembahkan Misa untuk mereka, dan kami membuat perkemahan orang muda untuk mereka. Ini adalah suatu cara evangelisasi ? bukan mengubah mereka, namun memberikan mereka kesempatan untuk memahami Yesus, Gereja, dan Fransiskan, dan untuk memahami tentang pelayanan kami. Banyak orang muda datang dan mendengarkan kami. Kadang-kadang kami peroleh prospek panggilan (religius).
Dakwah Islam
Dengan kondisi ini, maka kunjungan dan melakukan qurban di Thailand Utara merupakan langkah dakwah yang harus dilakukan.
‘’Kita harus menanam dan memanen di sawah sendiri. Jangan memanen di sawah orang lain,’’ kata Ustad Wahab memberi perumpamaan agar umat Islam berdakwah di luar lingkungannya, jangan berkutat pada lingkungan sendiri.
Semoga langkah awal ini dapat memberi manfaat bagi kaum muslim dan agama Islam. Amien. (***)

Satu Tanggapan

  1. semoga perjuangan YLKMB membawah berkah…

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: