Sadar akan Produk Berstatus Halal

” Diharamkan bagimu (memakan) bangkai, darah, daging babi (daging hewan) yang disembelih atas nama selain Allah, yang tercekik, yang terpukul, yang jatuh, yang ditanduk dan diterkam binatang buas, kecuali yang sempat kamu menyembelihnya”(Al-Maidah ayat 3)

Perintah untuk mengkonsumsi produk halal telah tegas dinyatakan dalam Al Quran. Namun, kesadaran masyarakat untuk mengkonsumsi produk berstatus halal masih rendah.
Buktinya, masih banyak masyarakat yang tidak mengindahkan produk makanan yang bersertifikasi halal.
Secara formil aturan tentang labelisasi halal telah ada, meskipun terdapat kelemahan dalam pelaksanaannya.
Seperti yang pernah dijelaskan sebelumnya Peraturan tentang labelisasi halal ada termaktub dalam Pada pasal 30 ayat 1 UU No 7 Tahun 1996 tentang Pangan disebutkan setiap orang yang memproduksi atau memasukkan ke dalam wilayah Indonesia makanan yang dikemas untuk diperdagangkan wajib mencantumkan label pada, di dalam, dan atau di kemasan pangan.
Pada ayat 2 disebutkan Label, sebagaimana dimaksud pada ayat (1), memuat sekurang-kurangnya keterangan mengenai :
a. Nama produk;
b. Daftar bahan yang digunakan
c. Berat bersih atau isi bersih;
d. Nama dan alamat pihak yang memproduksi atau memasukkan pangan ke dalam wilayah Indonesia
e. Keterangan tentang halal; dan
f. Tanggal, bulan, dan tahun kedaluarsa

Namun, keterangan kehalalan tentang produk ini tidak diatur dalam Peraturan Pemerintah (PP) Republik Indonesia (RI) No 69 tahun 1999 tentang Label dan Iklan Pangan.
Pasal 2 ayat (1) pada PP tersebut disebutkan Setiap orang yang memproduksi atau me masukkan pangan yang dikemas ke dalam wilayah Indonesia untuk diperdagangkan wajib mencantumkan Label pada, di dalam, dan atau di kemasan pangan. Selanjutnya pada Pasal 3 disebutkan :
(1) Label sebagaimana dimaksud dalam Pasal 2 ayat (1) berisikan keterangan mengenai pangan yang bersangkutan.
(2) Keterangan sebagaimana dimaksud pada ayat (1) sekurang-kurangnya :
a. nama produk;
b. daftar bahan yang digunakan;
c. berat bersih atau isi bersih;
d. nama dan alamat pihak yang memproduksi atau memasukkan pangan ke dalam wilayah Indonesia;
e. tanggal, bulan, dan tahun kedaluwarsa

Kelemahan dari aturan di atas sebenarnya dapat diatasi jika kesadaran konsumen untuk mengkonsumsi makanan berstatus halal meningkat. Sehingga, produsen dengan kesadaran akan melakukan sertifikasi halal produknya.
Hal ini seperti dilakukan para produsen Amerika Serikat. Pertama kali di Amerika Serikat, produsen fast food kelas dunia, Kentucky Fried Chickendi Chicago memasang label halal di restorannya. Adalah gerai KFC di South Asian Devon Avenue yang melepaskan semua menu-menu non-halal dari daftar pesan. Maka, tak seperti di gerai KFC lainnya, di gerai ini tak ada lagi Brown’s Chicken dan Pasta yang mengandung bahan non-halal.
Tak hanya itu, di dinding restoran juga ditulis pengumuman yang menyebut seluruh daging untuk kebutuhan restoran dipesan dari rumah pemotongan hewan Muslim. “Ini kebijakan baru dari owner, ujar seorang karyawannya.
Di sejumlah negara yang mayoritas penduduknya Muslim, raksasa fast food seperti McDonald’s, Pizza Hut, KFC, dan Burger King sudah lama menyediakan menu halal. Bahkan, karena sudah mengantongi sertifikat halal dari otoritas Muslim setempat, mereka mencoret semua menu non-halal yang sudah ditentukan dari pusatnya di AS.
Namun di AS sendiri, jaringan fast food yang mengantongi sertifikat halal bisa dihitung dengan jari. Di seantero AS, hanya ada dua gerai McDonald’s yang menyediakan hanya produk halal, yaitu McD di Dearborn, Michigan dan McD di sebuah subway di New Yersey. Sedangkan Outback Steakhouse, mereka beberapa bulan lalu mengumumkan menggunakan daging halal yang diimpor dari Selandia Baru.
Menurut Abdul Malik Mujahid, pimpinan Islamic Organizations of Greater Chicago, ayam dan sapi memang binatang halal. Namun bila penyembelihannya tidak sesuai dengan syariat Islam, maka produk olahan dari daging itu menjadi tidak halal, ujarnya.
Ia menyambut baik itikad beberapa raksasa fast food untuk menyediakan menu halal. Pasar halal semakin menggiurkan di AS. Otoritas perdagangan AS memprediksi bisnis pangan halal di AS kini mencapai angka 16 miliar dolar AS.
Jadi dengan mengambil contoh kondisi di negeri Paman Sam, seharusnya Indonesia dapat memperketat dan mengintrol beredarnya barang yang belum memiliki sertifikat halal. (berbagai sumber)

5 Tanggapan

  1. burger king termasuk dalam fast food yang halal ga ?? beberapa waktu lalu kita ke singapura ternyata burger king nya di sana ada produk babi. gmn dengan tempat yang lain kita ga tau.

  2. Di Singapura, Burger King belum mendapatkan sertifikat halal. Jika ingin makan di Singapura, maka terdapat beberapa langkah yang harus dilakukan

    1. Periksa apakan restourant atau tempat makan tersebut ada sertifikat halalnya atau tidak.
    2. Jika tidak menemukan, maka lakukan inspeksi sederhana dengan mengetahui apakan tukang masaknya muslim atau bahan-bahan yang digunakan adalah halal.

    Demikian tips singkat ini semoga dapat membantu. Terima kasih

  3. kalau ragu ..kita tanya saja
    toh nanya ga salah dan ga rugi
    ga dijawab..ya ga jadi makan hehehe

  4. bagaimana dengan burger king indonesia? apakah semua menu nya hala

  5. Saya mendpt oleh2 makanan keju kalengan produk eropa tp made in bahrain tercantum kode mkanan emulsifier dengan kode E331,E339 lalu ada mineral salt kode E341 ada Food Acid kode E 270 ada preservative kode E234 Colour Annatio kode E160b rennet from cows,butter,milk solids, apakah ada yg tau kode makanan tsb ttg kehalalanya,tlg ksh info dmn bs tau kode2 makanan tsb,terimakash pada para pembaca atas info secepatnya

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: