Monopoli Seluler Rugikan Konsumen

KPPU menyatakan kepemilikan silang Temasek pada Indosat dan Telkomsel melanggar Pasal 27 UU No. 5 Tahun 1999 tentang Larangan Praktik Monopoli dan Persaingan Usaha Tidak Sehat.
Temasek memiliki 40,77% saham di PT Indosat Tbk melalui Indonesia Communcation Pte Ltd, sedangkan di PT Telkomsel, Temasek memiliki saham 35% melalui Singapore Telecom Mobile Pte Ltd. Kepemilikan silang itu merugikan pasar dan pelanggan telepon seluler. Sejak 2003-2006, pelanggan Telkomsel dan Indosat dirugikan Rp14,7 triliun-Rp30,8 triliun.

Analisa

Sebelum menganalisa tentang keputusan KPPU maka terlebih dahulu kita harus mengetahui tentang isi pasal 27 UU No. 5 Tahun 1999 yakni pelaku usaha dilarang memiliki saham mayoritas pada beberapa perusahaan sejenis yang melakukan kegiatan usaha dalam bidang yang sama, atau mendirikan beberapa perusahaan yang memiliki kegiatan usaha yang sama pada pasar bersangkutan yang sama, apabila kepemilikan tersebut mengakibatkan :
a. Suatu pelaku usaha atau satu kelompok usaha menguasai 50 % (lima puluh persen) pangsa pasar satu jenis barang atau jasa tertentu;
b. Dua atau tiga pelaku usaha atau kelompok pelaku usaha menguasai lebih dari 75 % (tujuh puluh lima persen) pangsa pasar satu jenis barang atau jasa tertentu.
Sebenarnya pasal 27 bukan berdiri sendiri, melainkan berkaitan dengan pasal sebelumnya.
Definisi tentang pelaku usaha terdapat dalam pasal 1 angka 5 yang menyebutkan bahwa pelau usaha dilihat dari fungsi yang melakukan kegiatan usaha. Jadi tidak dianggap pelaku usaha apabila membeli barang konsumsi untuk kebutuhan sendiri.
Sedangkan untuk saham mayoritas didefinsikan dengan cukup menguasai suara mayoritas di rapat umum pemegang saham.
Dengan kepemilikan tersebut kelompok usaha menguasai 50 % (lima puluh persen) pangsa pasar atau dua tiga pelaku usaha atau kelompok usaha menguasai 75 persen pangsa pasar.
Pada kasus di atas terjadi penguasaan pasar untuk pangsa pasar telepon seluler.
Pangsa pasar Telkomsel dan Indosat secara bersama-sama sejak 2003-2006, sebesar 89,61 persen. Sehingga secara otomatis Temasek telah melakukan monopoli pasar seluler di Indonesia dengan kepemilikian saham mayoritas.
Struktur kepemilikan silang Grup Temasek menyebabkan adanya price-leadership (penentu tarif) sebagai salah satu indikasi monopoli dalam industri telekomunikasi di Indonesia. Telkomsel sebagai pemimpin pasar kemudian menetapkan tarif telekomunikasi seluler seenaknya, sehingga konsumen mengalami kerugian (consumer loss).
Pengertian monopoli dalam undang-undang tersebut adalah penguasaan atas produksi dan atau pemasaran barang dan atau jasa tertentu oleh satu pelaku usaha atau satu kelompok pelaku usaha.
Dengan adanya penguasaan ini maka mengakibatkan dapat membatasi akses ke pasar bersangkutan atau menghambat persaingan usaha dengan cara lain secara tidak pantas, yang mempengaruhi atau dapat mempengaruhi perdagangan atau perkembangan ekonomi secara negatif.
Kepemilikan silang Temasek di Telkomsel dan Indosat itu telah menyebabkan perkembangan Indosat melambat dan tidak efektif dalam bersaing dengan Telkomsel.
Pertumbuhan Indosat yang melambat itu ditandai dengan pertumbuhan BTS yang relatif menurun dibanding Telkomsel dan XL yang merupakan dua operator besar lainnya di Indonesia.
Di satu sisi, dengan adanya posisi dominan ini maka tarif yang diterapkan Telkomsel dan Indosat. Kedua operator ini masih mengenakan tarif lebih tinggi dibanding operator lain.
Keputusan KPPU
Berdasarkan temuan tersebut, maka KPPU memvonis :
*)Temasek harus melepas saham di Telkomsel atau Indosat paling lambat dua tahun ke depan. Pelepasan saham dilakukan dengan cara masing-masing pembeli dibatasi pembeliannya 5% dari total saham yang dilepas.
*) Membayar denda masing-masing terlapor Rp25 miliar
*) Temasek harus melepas hak suara dan hak mengangkat direksi dan komisaris di Telkomsel atau Indosat.
*) Telkomsel harus menurunkan tarif selular sekurang-kurangnya 15% dari tarif berlaku saat ini.
Dengan adanya keputusan KPPU ini diharapkan dapat melindungi kepentingan konsumen dan dunia usaha. (***)

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: