Rawat Manula di Pusat Jagaan Siang

 Rencana kunjungan kami ke Singapura, Malaysia dan Thailand adalah mengikat tali silaturahim yang selama ini agak renggang karena situasi politik di negara masing-masing, terutama Thailand Selatan yang ditetapkan sebagai Daerah Operasi Militer (DOM) oleh Pemerintah Thailand.

Saat tiba di bandara Changi-Singapura dari Bangkok pada malam hari sekitar pukul 09.00 malam waktu setempat, kami berkejaran menuju stasiun mass rapid transportation (MRT) menuju stasiun Kembangan yang tidak seberapa jauh dari kantor pusat Muhammadiyah Singapura. Kami berencana akan mengunjungi beberapa amal usaha Muhammadiyah Singapura sebagai berbandingan amal usaha yang dimiliki Muhammadiyah Batam.
Pada pagi hari, dalam perbincangan dengan ustad Hussein, presiden Muhammadiyah Singapura, kami diberi saran untuk membuka pusat jagaan siang (semacam pusat kesehatan bagi manula, red) di Batam.
Alasannya, biaya untuk lansia di pusat jagaan siang di Singapura mencapai 800 hingga 1.000 dolar singapura atau setara dengan Rp6.000.000 (enam juta rupiah). Sedangkan jika berada di Batam, maka biaya yang dikeluarkan hanya separuhnya atau sekitar Rp2.000.000 (dua juta rupiah) hingga Rp3.000.000 (tiga juta rupiah).
Rencana ini memang bisa dikembangkan di Batam, apalagi Batam atau Muhammadiyah Batam memiliki lahan yang cukup luas. Namun permasalahan yang dihadapi adalah izin tinggal atau visa jika terdapat manula Singapura yang akan dirawat di Batam.
Dalam perbincangan tersebut, kami juga sempat menanyakan adanya kemungkinan kerja sama dalam bidang tour and travel, terutama dalam bidang pemberangkatan umrah. ”Hal ini dapat dimungkinkan, asal saja pengurusan visa dapat dilakukan di Jakarta. Sebab kedutaan besar Arab Saudi di Singapura tidak akan mau mengurus visa warga negara asing jika tidak ada permit khusus sebagai pekerja,” tuturnya.
Setelah itu, kami melanjutkan perjalanan untuk mengunjungi amal usaha Muhammadiyah, diantaranya adalah sekolah Al – Arabiyah Al-Islamiyah yang berada di Geylang. Sekolah dengan bangunan berlantai delapan ini memiliki siswa setara SD dan SMP. Di lantai paling atas, terdapat kolam renang yang dikhususkan bagi kaum muslimah.
Dengan menggunakan bus dan diantar Dr Ade Novli Elsultani, kami melanjutkan perjalanan menuju jagaan siang. Saat memasuki ruangan kami disambut dengan pengurus jagaan siang yakni Fauziah Abdullah.
Bangunan yang cukup luas dan hanya satu lantai ini dikhususkan untuk terapi para lansia terutama yang mengidap stroke.
Fauziah menjelaskan Pemerintah Singapura memperhatikan masyarakat yang telah memasuki usia lanjut. Hal ini dibuktikan dengan bantuan yang diberikan kepada lanjut usia (lansia) ini untuk melakukan perawatan secara intensif. ”Biaya yang ditanggung pemerintah sebesar 75 persen, sedangkan sisanya kami tanggung dengan mengandalkan bantuan dari para donatur,” jelasnya.
Fauziah menjelaskan, pusat jagaan siang diperuntukan untuk para manula yang disertai dengan beberapa program. Program tersebut yang telah disusun tersebut dapat dijalani para peserta diantaranya adalah pelatihan untuk penderita stroke, pelayanan kerohanian dan program makan bersama yang menunya telah diatur.
Jagaan siang ini khususnya diperuntukan bagi orang yang lanjut usia, namun anak-anaknya bekerja. Sehingga mereka tidak mempunyai waktu untuk mengurus orang tua secara optimal. Namun, tidak semua lansia ini berasal dari keluarga Melayu Singapura, Ada juga dari keluarga Tionghoa maupun India. Bahkan, yang kami jumpai adalah lansia yang merupakan keturunan Jawa. Sehingga ia dapat menggunakan bahasa Jawa walaupun sedikit.
Beberapa komentar positif pun muncul di internet mengenai jagaan siang yang dikelola Muhammadiyah ini. Mereka menyatakan dengan meletakan orang tua ke pusat jagaan siang lebih terjamin jika dibandingkan dengan mempekerjakan pembantu walaupun biayanya lebih mahal.
Sebelum pulang ke Batam, kami menyempatkan singgah di rumah kebajikan yang merupakan tempat untuk membina anak-anak yang bermasalah dengan hukum. ”Anak-anak dapat kembali ke masyarakat jika telah dinyatakan lulus,” papar pengurus rumah kebajikan Ustad Yusuf. (***)

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: