Gunakan Sumber Energi Alternatif

Mantan menteri pertambangan dan sumber daya energi, Sugiharto mengatakan pemerintah harus melakukan diversivikasi atau memanfaatkan sumber daya energi alternatif guna mengatasi melonjaknya harga minyak dunia.
’’Indonesia telah salah manajemen dalam mengurus penggunaan sumber daya mineral dan energi,’’ ujar pria tambun ini pada diskusi publik Perminyakan Dunia dan Dampaknya Terhadap Perekonomian Nasional yang diselenggarakan Majelis Ekonomi Pimpinan Pusat (PP) Muhammadiyah di Auditorium Ged. Pusat Dakwah Muhammadiyah Jl. Menteng Raya 62 Jakarta pada Kamis, 1 November 2007.
Sugiharto mengatakan Indonesia memiliki sumber energi alternatif yang dapat digunakan selain minyak bumi.
’’Kita memiliki sumber energi panas bumi. Mengapa itu tidak dimanfaatkan. Lagian mengapa kita membakar minyak terus menerus untuk menghasilkan energi listrik,’’ paparnya.
Selain itu, sebutnya, Indonesia juga memiliki energi arus bawah air.’’Ini yang harus menjadi perhatian pemerintah,’’ ungkapnya.
Pada kesempatan yang sama, pengamat perminyakan Dr Kurtubi mengatakan biaya operasional yang harus ditanggung pemerintah untuk saat ini jauh lebih besar dari hasil eksplorasi minyak.
’’Selain itu, ada permasalahan yang mendasar terjadi pada BP Migas. Karena BP Migas tidak pernah melakukan eksplorasi maka mereka tidak dapat membandingkan biaya operasional yang harus dikeluarkan oleh perusahaan perminyakan,’’ paparnya.
Sementara itu, anggota DPR Ir Nizar Dahlan mengatakan sesuai dengan UU Migas tahun 2001 dan filosofi ketatanegaraan maka instuisi normatif dilakukan oleh negara.
Pada kesempatan yang sama Sugiahrto juga menyoroti tentang production sharing contract yang mencapai 85 : 15 after cost bases. Artinya, bagian pemerintah akan kecil dalam produksi minyak selama ini.
Prof Dr Didik J Rachbini mengatakan pengelolaan sumber daya alam jangan sampai terjadi seperti freeport dan kasus blok cepu.
Kasus blok cepu, katanya, bukan terkait dengan kepentingan nasional yang sangat kuat, termasuk kepentingan bagi kesejahteraan rakyat.
’’Hal ini berkait dengan perusahaan besar di AS, sehingga berkait erat pula dengan kepentingan AS atas perusahaannya di bumi Indonesia,’’ ujarnya. (***)

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: