Buka Pasar Produk Halal dalam Kerja Sama IMT-GT

Untuk mengembangkan produk halal bukan hanya pada sertifikasi saja. Melainkan perlu adanya pembukaan pasar khususnya produk halal di negara berkembang dan maju. Cara yang dilakukan adalah dengan mengadakan kerja sama dengan negara yang berkomitmen dan memiliki pusat kajian tentang makanan halal.

Setelah memiliki alat dan melakukan pengkajian tentang makanan halal, beberapa langkah dilakukan guna makanan yang telah dikaji dan mendapatkan sertifikasi halal dapat diterima oleh pasar. Maka, perlu dilakukan kerja sama dan sosialisasi dengan lembaga sejenis di berbagai negara yang akhirnya tergabung dalam Indonesia – Malaysia – Thailand Growth Triangle (IMT – GT).
IMT – GT pertama kali digagas pada tahun 1993. Pada mulanya tidak ada aktivitas yang berkaitan dengan halal ataupun kegiatan sejenis lainnya. Ini dilakukan hingga tahun 2001. Dari pertemuan para menteri yang diadakan di Songkhla, Thailand Selatan disepakati pembagian tugas anggota IMT – GT. Malaysia sebagai negara yang mengembangkan infrastruktur dan perdagangan, Thailand bertugas membuka pasar dan membangun jaringan sektoral sedangkan Indonesia mengembangkan jaringan antar sektor dan pembukaan pasar di daerah terpencil.
Pada pertemuan pertama tahun 2002 disepakati beberapa pokok pengembangan di antaranya pengembangan jaringan produk halal, pengembangan stock produk, pengembangan produk kayu dan minyak, ikan laut, produk hortikultura dan pengembangan kehutanan.
Tahun 2007 di Cebu – Philipina masing-masing negara sepakat untuk mengembangkan kerja sama terutama dalam bidang produk halal. Dan dalam pertemuan tersebut disepakati Thailand National Economic and Social Development Board (NESDB) sebagai sekretariat yang tentunya berada pada the Halal Science Center (HASCI), Chulalungkorn University.
The Halal Science Center (HASCI), seperti pada tulisan sebelumnya merupakan pusat pengkajian halal yang berada Chulalungkorn University – Thailand. Dengan berbagai alat yang dimiliki, pusat kajian yang dipimpin Wina Dahlan – cucu pendiri Muhammadiyah ini bukan hanya sebagai pusat kajian, melainkan juga telah melakukan berbagai kerja sama dengan lembaga-lembaga guna mengembangkan produk halal di pasar.
Beberapa negara telah dilakukan kerja sama, diantaranya Amerika Serikat, Jerman, Prancis, Inggris. Sedangkan untuk di dalam negeri, The Halal Science Center (HASCI) telah mengadakan kerja sama dengan menandatangai Memorandum of Understanding (MoU) dengan bandar udara Suvarnabhumi.
Bahkan, setelah mengetahui kami dari Batam – Indonesia, Winai Dahlan tertarik untuk mampir dan melihat Batam. ’’Saya pernah ke Medan dan saya akan lewat dari Batam setelah mengetahui ini,’’ ujarnya dalam bahasa Inggris. (***)

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: