Menganalisa DNA Babi dalam Makanan

Tak diduga, Thailand yang berpenduduk hampir 90 persen beragama Budha memiliki pusat pengkajian makanan halal yang diklaim majalah Malaysia adalah satu-satunya di dunia. Bagaimana pusat pengkajian tersebut? Berikut tulisan wartawan Buletin Jumat Aries Kurniawan yang berkunjung di sana

Rencana untuk mengunjungi pusat pengkajian makanan halal di Bangkok – Thailand tidak terdapat sejak berangkat dari Batam – Indonesia. Kami berlima yang memang aktif di Yayasan Lembaga Konsumen Muslim Batam (YLKMB) hanya bersilaturahim dengan kerabat dan kawan yang ada di Thailand Selatan yang kondisinya tidak menguntungkan saat ini. Yakni terkena Daerah Operasi Militer (DOM) seperti halnya di Aceh.
Namun, dari acara silaturahim ini kami berjumpa dengan Phaisal Dahlan di Provinsi Yala Thailand Selatan. Phaisal Dahlan adalah cucu KH Ahmad Dahlan, tokoh pendiri pergerakan Muhammadiyah di Indonesia. Phaisal merekomendasikan kepada kami untuk berjumpa dengan abangya, Winai Dahlan – Direktur The Halal Science Center, Chulalongkorn University Bangkok. Perjanjian lewat telepon pun dibuat. Bahkan, kami pun dibantu membuat janji bertemu oleh Dekan Universitas Islam Yala Ustadz Soleh saat berjumpa di Bangkok.
Pertemuan pun akhirnya terjadi pada Selasa (2/10/07) siang jam 12.00. Kami pun disambut hangat oleh Winai Dahlan secara langsung. Maksud kedatangan pun disampaikan, Winai yang juga Dekan Fakultas Kesehatan ini pun menyambut baik kedatangan kami dan membawa secara langsung untuk meninjau pusat kajian halal yang dipimpinnya.
Sebelum masuk di ruangan Winai kami pun telah melewati gedung pusat pengkajian ini ini. Namun, gedung yang tidak sebeberapa besar yakni sekira 20×30 meter ini menyimpan peralatan yang modern dan cangih untuk mengidentifikasi status makanan apakah halal atau tidak.
Winai yang didampingi para staf pun menjelaskan secara singkat latar belakang berdirinya pusat kajian halal ini.”Saya berpikir apa yang bisa saya buat untuk dunia Islam dengan ilmu yang dianugrahkan kepada saya,” ujar putra Irfan Dahlan ini.
Tak disangka dengan berpikiran sederhana ini, pusat kajian yang berdiri sejak 1995 ini menjadi pusat kajian pertama di dunia.
Pusat kajian halal ini menyediakan servis untuk menganalisa tentang halal dan najis dengan menggunakan instrumen ilmiah. Beberapa alat-alat dengan teknologi canggih pun tersedia di sini untuk mendukung proses analisis.
Untuk menguji apakah makanan mengandung alkohol maka digunakan alat Gas-Liquid Chromatography (GLC). ”Alat ini mampu menganalisa kandungan kimia yang kompleks dalam makanan selain kandungan alkohol,” ujar salah satu staf The Halal Science Center, Chulalongkorn University Bangkok.
Selanjutnya juga terdapat alat Gas Chrmatography Coupled with Mass Spectometry (GC-MS) yang mampu mengetahui kandungan organik yang terdapat dalam makanan. Selain itu, alat ini mampu mengidentifikasi kandungan lemak yang ada dalam makanan.
Masing-masing alat yang diperlihatkan kepada kami berukuran kecil. Namun ternyata alat yang kesemuanya menggunakan teknologi komputer ini memiliki kemampuan yang lebih untuk menganalisa kandungan yang terdapat dalam makanan.
Alat yang serupa juga dapat menganalisa molekul organik dalam makanan yang tidak dapat dianalisa oleh GC analisis. Satu lagi, alat ini dinamakan Liquid Chromatography yang mampu menganalisa kandungan peptin, sakarin atau pemanis buatan yang terdapat dalam makanan.
Bukan hanya kandungan yang ada dalam makanan. Untuk menganalisa kandungan merkuri yang terdapat dalam kosmetik atau sabun pun tersedia di sini. Namanya, Inductively Coupled Plasma Spetrometry.
Nah ini, salah satu alat yang termahal ada di ruangan yang berukuran 2×2 meter. Harganya mencapai 500.000 dolar US (lima ratus ribu dolar AS) atau sekitar Rp5.000.000.000 (lima miliar rupiah). Alat yang dinamakan Real Time Polymerase Chain Reaction ini mampu menganalisa DNA binatang dalam produk makanan apa itu berasal dari babi, sapi maupun bebek.
Fourier Transform Infrared Spectroscopy (FTIR) merupakan alat yang cocok untuk menganalisa produk terutama yang mengandung minyak seperti minyak babi . Alat yang menggunakan teknik infra merah ini merupakan cara yang murah dan cepat untuk mengidentifikasi material organic.
Dengan berbagai alat dan kesungguhan untuk melaksanakan kajian tentang halal maka The Halal Science Center, Chulalongkorn University Bangkok telah mengkaji lebih dari sepuluh ribu produk yang direkomendasikan untuk dimintakan fatwa Majelis Ulama setempat. Selain itu, kerja sama dengan lembaga sejenis dan perusahaan telah dilakukan untuk memajukan pangsa pasar makanan halal di dunia. (***)

4 Tanggapan

  1. salam…. mas?
    http://www.iselantang.wordpress.com, kita kerjasama link weblog yee…

  2. Tulisan artikel di blog Anda bagus-bagus. Agar lebih bermanfaat lagi, Anda bisa lebih mempromosikan dan mempopulerkan artikel Anda di infoGue.com ke semua pembaca di seluruh Indonesia. Salam Blogger!
    http://www.infogue.com/
    http://www.infogue.com/kesehatan/menganalisa_dna_babi_dalam_makanan/

  3. Assalamu’alaikum wr wb
    Mengingat masalah kehalalan produk di negeri kita sangat penting, kalau saya mau bergabung di Yayasan Lembaga Konsumen Muslim dimana?Saya tinggal di Semarang, Jawa Tengah. Atau kalau di jawa Tengah belum ada, insya Allah saya bersedia untuk membentuk perwakilan.
    Demikian
    Jazakumullah kahiran katsiran
    wassalamu’alaikum Wr Wb

    • Waalaikumsalam. Untuk di Jawa Tengah, bapak boleh membuka Yayasan Lembaga Konsumen Muslim Jawa Tengah dengan mengurus aktenya di notaris untk selanjutnya dapat didaftarkan di Dinas Perdagangan setempat. Jika ada yang ditanyakan boleh hubungi saya kembali. Terima kasih

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: