Ke Bangkok pun Harus Beli Tiket Return

Rencana kunjungan kami ke Singapura, Malaysia dan Thailand adalah mengikat tali silaturahim yang selama ini agak renggang karena situasi politik di negara masing-masing, terutama Thailand Selatan yang ditetapkan sebagai Daerah Operasi Militer (DOM) oleh Pemerintah Thailand.

Perjalanan dimulai dari Singapura. Negeri pulau ini tak asing bagi kami di Batam untuk dikunjungi. Terutama dengan pejabat dan pengurus Muhammadiyah yang memang kami aktif di dalamnya.
Berkaitan dengan itu, tujuan kami adalah menjalin tali silaturahim dan kerja sama yang selama ini agak renggang karena kurangnya kegiatan yang dilaksanakan dalam tingkat regional. Terutama untuk kawasan Asia Tenggara.
Jadwal yang ada di benak kami adalah menempuh perjalanan langsung ke Bangkok. Kebetulan kerabat yang kami akan kunjungi sedang ada acara di sana. Jadi setelah itu baru menuju ke Thailand Selatan dan Penang lalu kembali ke Singapura.
Namun, pada tanggal 28 September 2007 malam yakni pukul 08.00 malam waktu Singapura saat kami mengejar jadwal pesawat kami telah terlambat. Usaha akhirnya tidak berhenti sampai di situ. Dengan informasi abang angkat yang ada di Batam yakkni Muhammad Nur, kami menuju ke tempat pemberangkatan bus. Tujuannya, ke Penang atau ke Hatyai – Thailand Selatan.
Setelah berkeliling di beberapa konter bus, bangku kosong pun tak juga dapat untuk kami berlima. Bahkan, saat ada yang kosong dengan harga mencapai $S 250 atau sekitar Rp. 1550.000 untuk kami berlima kami langsung menyepakatinya. Tapi apa dikata dengan harga yang cukup tinggi pun kami belum dapat tiket dengan tujuan Penang – Malaysia.
Jadi kami bermalam di kantor Pusat Muhammadiyah Singapura guna menunggu pukul 03.00 pagi sampai konter pesawat Tiger Airways dengan tujuan Bangkok dibuka. Setelah menunggu sampai 4.30 pagi waktu setempat informasi yang kami dapat lagil-lagi mengecewakan. Tiket mencapai $S 220 per orang menuju Bangkok atau untuk kami berlima mencapai Rp6 juta lebih itu pun harus beli return karena peraturan imigrasi katanya. Padahal informasi yang telah ada di konter Air Asia harga tiket hanya $S 124 per orang. Jadi kami berpikir kok susah jadi orang Indonesia ini. Padahal kami hanya bersilaturahim dengan kerabat. Dan jalan yang dilalui pun tidak harus return ke Singapura namun melewati Thailand Selatan dan Penang – Malaysia.
Tapi berbagai cara ditempuh. Setelah sahur di Geylang, kami pun diantar kerabat yang kebetulan berprofresi sebagai supir taksi menju Rocho Road naik bus menuju terminal Larkin Johor guna menuju Penang Malaysia. (bersambung)

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: