Di Brunei, Masyarakat Bermobil pun Terima Zakat

NAK ingin tengok bagaimana masyarakat yang tidak mempunyai kehidupan sosial? Boleh lah tengok kehidupan masyarakat Brunei. Begitulah kesan pertama yang muncul ketika lawatan di negeri petro dolar itu.

Masjid Jame` Asr Hassanil Bolkiah

Masjid Jame` Asr Hassanil Bolkiah

Dengan luas 5.765 km persegi jumlah rakyat Brunei hanya 300 ribu. Sama dengan jumlah warga Kecamatan Bengkong di Batam atau sama dengan jumlah penduduk Kabupaten Pandeglang di Jawa. Maka dengan pendapatan per kapita 57 ribu dolar AS, tak heran jika Brunei menduduki peringkat  ketujuh di dunia dalam pendapatan per kapita.
Kerajaan Brunei yang dipimpin Sultan Haji Hassanal Bolkiah Mu’izaddin Waddaulah memperhatikan semua sisi kehidupan rakyatnya. Terutama dalam sisi kehidupan beragama. Jika dalam pemberitaan terakhir tulisan petunjuk jalan di Arab tidak menggunakan huruf arab, justeru di Brunei papan-papan petunjuk menggunakan arab melayu selain menggunakan  huruf latin. Hal ini pun tak tampak di Malaysia.
Penggunaan arab melayu dan bacaan basmalah di jalan raya bukan hanya sebagai simbol belaka. Ternyata, kerajaan mengawal ketat apa-apa yang berlaku bagi kehidupan beragama rakyat Brunei. Jika di Malaysia bahkan di Indonesia masih terdapat vcd porno atau luncah. Hal ini mendapat kawalan serius kerajaan Brunei.
Bahkan, hal-hal yang dapat merusak aqidah mendapat tindakan tegas dari Kerajaan. Hal-hal tentang mistik dan syirik pun tidak dibolehkan berlaku dalam kehidupan masyarakat Brunei. Simbol-simbol agama selain Islam pun tidak boleh dipertontonkan secara umum.

Gambar yang dilarang untuk digunakan

Gambar yang dilarang untuk digunakan

Jika di Indonesia, simbol salib atau gambar Jesus masih dapat dipertontonkan di depan umum. Maka, jangan harap ini terjadi di Brunei. Bahkan, tulisan atau bacaan syahadat yang berbentuk manusia duduk di antara dua sujud dilarang di Brunei. Bukan hanya itu, corak ban yang berbentuk lam-lam ha mirip dengan tulisan Allah ini dilarang Kerajaan Brunei.
Barang-barang yang menggambarkan sirik kepada Allah dilarang keras di Brunei. Seperti gambar setan atau sebagainya. Coba, bandingkan dengan di Indonesia yang justeru dengan terbuka medianya mememberitakan bahkan mengiklankan semua yang berbau mistis.
Penjagaan ini tentunya dapat menjaga aqidah atau pun prilaku pada masyarakat. Jadi, jangan harap berjumpa Polisi di jalan raya. Sebab, pelanggaran pun nyaris tak pernah terjadi di Brunei.
Kerajaan juga berfungsi sebagai welfare state. Artinya, kesejahteraan rakyat ditanggung oleh negara. Jadi bidang kesehatan dan pendidikan ditanggung sepenuhnya oleh kerajaan. Jika sakit, bahkan sampai transpalansi organ di Australia pun ditanggung oleh kerajaan.
Untuk bersekolah pun ditanggung pemerintah. Bahkan sampai ke tingkat doktor atau Ph.D sekali pun. Bukan hanya itu, pelajar pun diberi uang saku 350 dolar setiap bulannya atau sebesar Rp2.327.500 (dengan nilai kurs Rp6.650).
Karena semua ditanggung kerajaan, maka tiket masuk tempat rekreasi tidak laku saat kerajaan membuka taman hiburan semacam Ancol atau Dunia Fantasi di Jakarta. Toh semua telah terbiasa ditanggung pemerintah. Jadi tidak lazim jika rakyat harus membayar fasilitas yang dibangun pemerintah. Di Brunei, hanya tempat parkir yang harus dibayar masyarakat.

Masjid Omar Ali Saifuddin

Masjid Omar Ali Saifuddin

Rakyat Bermobil Mendapat Bagian Zakat
Ada hal menarik dalam pembagian zakat di Brunei. Ternyata sejak tahun 2004, pengurus zakat di Brunei belum membagikan zakat. Hal ini mungkin disebabkan pengurus masjid ”ketakutan” untuk membagi zakat tersebut karena zakat itu berasal dari sultan. Rakyat Brunei belum lazim untuk membayar zakat mal.
Mengetahui hal ini maka Sultan pun ”marah” di stasiun televisi karena mengetahui uang yang dibagikan mencapai 90 juta dolar AS atau sekitar Rp950 miliar. Dan sultan pun mengambil kebijakan agar uang zakat itu tidak boleh dibagi di luar kerajaan.  Karena masih kesulitan untuk membagi, maka rakyat yang berhutang pun boleh menerima zakat karena masih termasuk dalam golongan gharimin.
Atas kebiijakan ini, Dewan Agama Islam Brunei kebanjiran permohonan untuk pembagian zakat.  Yang bermohon ini pun bermobil sebab mereka merasa sebagai golongan Gharimin.  Rata-rata masyarakat Brunei mempunyai mobil. Maka, tak heran jika tidak tampak kendaraan umum di kota Bandar Seri Begawan, ibu kota Brunei.
Pembagian zakat pun dilakukan langsung oleh Sultan Haji Hassanal Bolkiah Mu’izaddin Waddaulah di International Convention Centre pada Rabu (7/10/2009) kepada 4.084 keluarga miskin, termasuk 190 orang dikategorikan sebagai algharimin, atau orang yang berhutang.
Untuk tahun 2010, Alhamdulillah pembagian zakat disalurkan kepada korban banjir di Pakistan. Sehingga, konsep syariah Islam tentang pembagian harta lebih menglobal. Karena, semua umat Islam adalah bersaudara. (***)

About these ads

10 Tanggapan

  1. subhanalloh.. izin share boleh??

  2. subhanallah … walhamdulillahi .. wa laailaahaillallahuallahuakbar. contoh real, bisa jadi prototype bagi negara-negara lain. boleh kami akses lebih mendalam?

  3. Wajawww….
    Jumlah penduduk sekitar 300 ribu orang, dari 300 ribu orang, kalo saja penduduk yang miskin hanya sepertiganya saja yaitu 100 ribu orang, sedangkan jakat dari sultan menyampai 950 miliar, kalo dibagi ke 100 ribu orang, masih-masing kebagian 9,5 juta.

    Gaji ane di negara ane cuman 800rb/bln, 800 rb kali 12 bulan = 9,6 jt.

    Waduh…. kira-kira orang miskin negara brunei kayak gimana ya???

    Pokoknya mantaplah negara yang satu ini. ane turut gembira…

  4. waw.. hebat sangat, Brunei nih, favorit saya punya

  5. bravo.. brunei is the best country.. buat Sang Sultan tetaplah jadi panutan bg pemimpin negara2 didunia. amin

  6. Subhanallah,, The Best Negara Brunei Darussalam dengan Konsep pemerintahan yg ngutamakan Kesejahteraan Rakyatnya,jadi kangen menginjak Brunei lagi n Mengenal Konsep masyaraktnya,Slam dr qUe tuk keluarga baru yg di Brunei :)

  7. subhanallah…..very good Sultan…..

  8. baldatun, toyyibatun warobbun ghafur

  9. subhanallah . . .

Berikan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Ikuti

Get every new post delivered to your Inbox.

%d blogger menyukai ini: